Proyek Palapa Ring Timur Mulai Dibentang

Kapal Nostag 10 beroperasi membentangkan kabel optik bawah laut perdana di Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (11/5/2018). - Bisnis.com/Fajar Sidik
12 Mei 2018 11:00 WIB Fajar Sidik Tekno Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, PAPUA BARAT—Proyek kabel optik bawah laut Palapa Ring Timur sepanjang 4.500 kilometer mulai dibentang di Kabupaten Bintuni, Papua Barat, Jumat (11/5/2018). Pembentangan kabel ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

GM Project Implementation PT Palapa Timur  Telematika (PTT) Benyamin Sembiring menjelaskan Timur Telematika ini tengah persiapan penggelaran kabel optik bawah laut dengan Kapal Nostag 10.

Palapa Ring adalah proyek pembangunan serat optik nasional yang menjangkau berbagai daerah terpencil dan terbagi menjadi tiga wilayah yaitu, barat, tengah, dan timur.

Menurutnya, proyek Palapa Ring merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan Iayanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional yang menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Palapa Ring Paket Timur merupakan pembangunan jaringan optik yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat dengan total panjang kabel serat optik sekitar 8.454 km yang akan menjangkau 35 kabupaten/kota.

Dari total panjang kabel itu, sepanjang 4.500 km merupakan kabel optik bawah laut, sisanya kabel optik di darat sepanjang 2.500 km, dan juga sebagian menggunakan microwave di 52 titik untuk daerah yang sulit dijangkau karena kondisi medan yang tidak memungkinkan.

"Proyek ditargetkan selesai September, kalau ada hambatan paling lambat sampai dengan akhir tahun ini sudah terkoneksi," ujar Sembiring.

Saat ini, lanjutnya, progres pembangunan Palapa Ring Timur sudah mencapai 43% dan dalam persiapan untuk penggelaran perdana kabel optik bawah laut di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Sembiring menjelaskan proyek konsorsium ini mencakup 15 tahun pemeliharaan, termasuk pembayaran proyek  dicicil selama itu. Pembiayaannya dari sindikasi bank dipimpin BNI termasuk Bank Papua dan Bank Maluku.

Sebagai informasi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjadi mandated lead arranger and bookrunner bersama empat bank lainnya menyalurkan kredit sindikasi senilai lebih dari Rp 4 triliun untuk membiayai Pembangunan Proyek Jaringan Serat Optik Palapa Ring Paket Timur.

Pembiayaan tersebut disalurkan pada PT Palapa Timur Telematika (PTT) sebagai badan usaha proyek. Keempat bank lain yang menjadi anggota sindikasi pembiayaan ini adalah ICBC Indonesia, Bank Papua, Bank Malukumalut, dan Bank Sulsebar. PT PTT adalah konsorsium Moratelindo (79%), IBS (28%) dan Smart Telecom (2%).

Koesmarihati Koesnowarso, tenaga ahli untuk Proyek Palapa Ring, mengatakan pemerintah menginginkan seluruh Indonesia dapat terkoneksi dengan Internet untuk mendukung percepatan pembangunan di berbagai bidang.

Dari tiga paket proyek Palapa Ring yakni Barat, Tengah dan Timur, proyek PTT ini merupakan yang terakhir dilaksanakan lelangnya, termasuk dalam mendapatkan pembiayaan bank.

Hal itu disebabkan skala proyek Timur merupakan yang terbesar dan tantangan medan yang lebih sulit hingga dilakukan tender ulang.

"Digelarnya kabel bawah laut ini merupakan upaya percepatan proyek strategis nasional sebagaimana diatur dalam Perpres No. 3/2016," tutur Koesmarihati.

Dia menambahkan Palapa Ring Timur adalah jaringan tulang punggung berkapasitas tinggi yang menjangkau NTT, Maluku, Papua Barat, hingga pedalaman Papua mencakup 35 kabupaten/kota yang dihubungkan dengan jaringan darat, laut dan gelombang mikro radio digital (microwave).

 

Sumber : Bisnis Indonesia

Adplus Tokopedia