Segini Kecepatan Unduh 4G LTE di 5 Kota Besar di Indonesia

Teknisi Telkomsel melakukan perawatan jaringan di salah satu menara Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Perkebunan Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/9). - JIBI/Rachman
06 Juni 2018 23:03 WIB Duwi Setiya Ariyanti Tekno Share :

Harianjogja.com, CILEGON  — Laporan Open Signal terbaru menunjukkan keunggulan kualitas jaringan 4G LTE Telkomsel di kota-kota besar di Indonesia. Di sisi lain, keputusan berfokus pada layanan 4G mendongkrak kecepatan akses dan ketersediaan jaringan Smartfren.

Dalam laporannya yang bertajuk State of Mobile Networks: Indonesia, Open Signal merilis kualitas jaringan seluler 5 operator telekomunikasi di Indonesia yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT XL Axiata Tbk., PT Indosat Tbk., PT Hutchison 3 Indonesia, dan PT Smartfren Telecom Tbk.

Laporan tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan pada Februari hingga Mei 2018. Open Signal menghimpun 11,71 miliar pengukuran dari 1,24 juta perangkat di Indonesia.

Open Signal menyatakan Telkomsel unggul dalam kecepatan unduh 4G. Rata-rata kecepatan 12,9 Mbps Telkomsel, lebih cepat 20% dari saingan terdekatnya yaitu Smartfren.

Smartfren berhasil mendongkrak kecepatan unduh 4G dengan pesat dalam beberapa bulan terakhir. Dengan kecepatan unduh 4G rata-rata pada 9,8 Mbps, Smartfren berhasil melewati XL yang tadinya menempati posisi kedua.

Kecepatan unduh 4G Indosat juga meningkat. Di sisi lain, kecepatan unduh 4G Telkomsel, XL, dan Tri turun dalam 6 bulan terakhir.

Open Signal menyatakan persaingan ketat dalam kecepatan unduh di kota-kota besar di Indonesia menunjukkan pertarungan antara dua operator dengan karakter yang bertolak belakang.

Telkomsel adalah raksasa dengan jumlah pengguna terbanyak di Indonesia, sedangkan Smartfren adalah operator dengan jumlah pengguna paling sedikit dibandingkan dengan 5 operator yang disurvei.

Namun, langkah Smartfren memfokuskan sumber daya untuk layanan 4G menunjukkan hasil dalam kualitas jaringan. Tanpa jaringan 2G dan 3G, perkembangan bisnis Smartfren sepenuhnya bergantung pada kualitas jaringan 4G.

Peningkatan drastis ketersediaan dan kecepatan unduh rata-rata jaringan 4G Smartfren disebabkan oleh langkah perusahaan tersebut menghentikan layanan 2G dan 3G.

Tahun lalu, Smartfren memutuskan menghentikan layanan di teknologi 2G dan 3G. Anak usaha Grup Sinar Mas ini sekarang menggelar jaringan 4G untuk menggantikan seluruh jaringan CDMA-nya.

Kota besar

Dua operator yang menempati posisi paling puncak di tingkat nasional juga menempati posisi paling atas di 6 kota utama. Smartfren menempati posisi puncak dalam hal ketersediaan jaringan 4G di enam kota besar, sedangkan Telkomsel teratas dalam hal kecepatan unduh 3G dan latensi.

Adapun Smartfren berhasil mengungguli Telkomsel dalam hal kecepatan unduh 4G di Surabaya. Di Makassar, pengguna Smartfren dan Telkomsel menikmati kecepatan unduh 4G yang setara.

Di beberapa kota besar, kecepatan akses LTE terukur jauh lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata nasional. Kecepatan 4G Telkomsel melampaui 19 Mbps di Bandung dan Medan, sedangkan kecepatan unduh 4G Smartfren melewati 17 Mbps di Surabaya.

Dari sisi waktu tunda atau latensi, Telkomsel ada di posisi teratas dengan latensi respons 4G 43,5 milidetik dan latensi respons 3G selama 81,2 milidetik.

Waktu latensi menunjukkan pengguna menikmati kecepatan pemuatan situs web dan tidak mengalami lag dalam komunikasi real-time seperti percakapan video.

Satu-satunya kategori kecepatan yang tidak dimenangkan oleh Telkomsel adalah kecepatan pengunduhan rata-rata di seluruh jaringan data (3G dan 4G).

Smartfren berhasil mengungguli Telkomsel karena unggul dalam ketersediaan layanan, meskipun Telkomsel memiliki kecepatan tertinggi baik di jaringan 3G maupun 4G.

Sumber : Bisnis.com