Samsung Gear S4 Bisa Pantau Tekanan Darah

Ilustrasi Samsung Gear S4. (Istimewa)
10 Juli 2018 07:00 WIB Jafar Sodiq Assegaf Tekno Share :

Harianjogja.com, SEOUL—Vendor pembuat jam tangan pintar selalu berusaha meningkatkan kemampuan produknya itu. Salah satu jam tangan pintar besutan Samsung, Gear S4, bakal memiliki fitur pemantau tekanan darah penggunannya.

Dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari T3, Selasa (10/7/2018), mengusung kemampuan untuk memonitor tekanan darah, Samsung Gear S4 tampaknya dipersiapkan untuk melawan Apple Watch. Belum diketahui seperti apa detail fitur yang diusung Gear S4, tetapi diyakini ini akan serupa dengan ponsel Samsung Galaxy S9.

Perangkat ini bisa mengukur sesuatu yang dinamakan Heart Load Factor menggunakan sensor optik, mengumpulkan data biologis pengguna dari denyut nadi dengan cara menempatkan ujung jari.

Kemudian, sistem menerapkan analisis regresi linier dan satu set hasil tekanan darah medis tingkat dasar untuk menebak angka tekanan darah Anda.

Samsung bekerja dengan University of California, San Francisco pada teknologi ini, dan juga telah membuat aplikasi bernama My BP Lab, yang mengumpulkan data untuk meningkatkan akurasi sensor optik dari waktu ke waktu.

Dengan kecanggihan yang disematkan pada jam tangan pintar ini, perangkat bisa diandalkan untuk mendukung kebugaran atau kesehatan penggunanya.

Fitur monitor tekanan darah telah terungkap dalam tweet yang di-posting oleh Ice Universe. "Tentang Gear S4 (mungkin disebut Galaxy Watch) Berdasarkan Android Wear, baterai 470mAh, paket PLP, diharapkan memiliki interaksi UX baru dan pengukuran tekanan darah," kicau @UniverseIce.

Dikabarkan pula dengan hadirnya perangkat terbaru ini, tampaknya Samsung meninggalkan sistem operasi mereka sendiri, TIzen untuk Google Wear OS (sebelumnya dikenal sebagai Android Wear).

Sepertinya keputusan ini tergantung pada ekosistem, karena Tizen lebih unggul dari Android Wear dalam beberapa hal. Namun, itu tidak pernah benar-benar menarik banyak pengembang. Akibatnya, tidak ada banyak aplikasi atau tampilan jam yang dirancang untuk sistem itu.

Sedangkan Wear OS, di sisi lain, memiliki banyak dukungan pihak ketiga, meskipun kualitas aplikasinya masih cenderung tertinggal di belakang Apple Watch.

Sumber : Solopos