Geser Apple, Huawei Produsen Ponsel Terbesar Kedua Dunia

Ponsel Huawei Nova 3i, ponsel terbaru Huawei dengan empat kamera - Bisnis/Dhiany Nadya Utami
01 Agustus 2018 13:00 WIB Annisa Margrit Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Huawei Technologies Co. kini menjadi produsen telepon seluler (ponsel) terbesar kedua dunia, menggeser posisi Apple Inc., dengan mengirim 54,2 juta unit ponsel dalam kuartal II/2018.

Jumlah itu meningkat 41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus membuat perusahaan asal China itu melampaui Apple untuk pertama kalinya.

Lembaga riset IDC melaporkan Huawei menguasai 16% pasar ponsel dunia, lebih besar dari Apple yang sebesar 12%. Apple mengirim sekitar 41 juta unit pada periode tersebut.

Namun, Huawei masih kalah dari Samsung Electronics Co. yang memegang 21% pasar ponsel dan mengirim sekitar 72 juta unit ponselnya.

Pertumbuhan Huawei yang terus berlanjut sangatlah mengesankan karena perusahaan itu mampu bergerak ke pasar yang sebelumnya tidak tahu merek mereka,” ujar Program Vice President IDC Worldwide Mobile Device Trackers Ryan Reith, seperti dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari Bloomberg, Rabu (1/8/2018).

Secara keseluruhan, pasar ponsel dunia masih melanjutkan perlambatan pengiriman setelah turun 1,8% menjadi 342 juta unit pada kuartal II/2018.

Perusahaan asal Negeri Panda lainnya, yakni Xiaomi Corp. dan Oppo, masing-masing berada di peringkat empat dan lima dalam daftar tersebut.

Xiaomi mengirim sekitar 32 juta unit atau melonjak 52,38% dari periode yang sama tahun lalu yang sekitar 21 juta unit. Adapun Oppo tumbuh tipis dari 28 juta unit menjadi 29 juta unit ponsel.

Pertumbuhan produsen ponsel Tiongkok didorong oleh besarnya pasar di dalam negeri dan gencarnya ekspansi yang dilakukan di luar negeri. Meski Huawei masih dilarang dijual di AS, tapi pasar mereka berkembang pesat di Eropa dan Afrika.

Huawei juga mulai meningkatkan kelas setelah menjual ponsel P20 Pro, yang masuk kelas premium menyaingi Apple.

Sementara itu, Xiaomi dan Oppo terus meningkatkan penetrasi di negara-negara Asia, seperti Indonesia. Harga ponsel kedua perusahaan ini relatif lebih terjangkau dibandingkan Apple serta Samsung.

Sumber : Bisnis Indonesia