iPhone X Jadi Ponsel Terlaris

iPhone X muncul di layar video raksasa di Apple Visitor Center di Cupertino California Amerika serikat, 17 November 2017. - Reuters
01 Agustus 2018 14:00 WIB Annisa Margrit Tekno Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA—Penjualan telepon seluler (ponsel) pintar iPhone X mengerek pendapatan Apple Inc. menjadi sebesar US$53,3 miliar atau sekitar Rp769,62 triliun pada kuartal III/2018 ini.

Chief Financial Officer Apple Luca Maestri menyatakan iPhone X menjadi ponsel terlaris perusahaan yang berbasis di Cupertino, California, AS itu pada kuartal III/2018. Apple menggunakan tahun fiskal yang dimulai pada Oktober dan berakhir pada September.

Secara keseluruhan, perusahaan itu menjual 41,3 juta unit iPhone pada periode April-Mei 2018. Jumlah ini lebih rendah 500.000 unit dibandingkan proyeksi, tapi harga rata-rata penjualan (Average Selling Price/ASP) mampu melampaui ekspektasi yakni mencapai US$724 per unit.

"Pelajaran yang diambil manajemen Apple dari iPhone X adalah ketika Anda menjual ponsel dengan harga lebih dari US$1.000, Anda bisa menjual beberapa unit saja tapi tetap mendapatkan keuntungan finansial," ujar analis D.A. Davidson & Co. Thomas Forte, seperti dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari Reuters, Rabu (1/8/2018).

Namun, analis Atlantic Equities James Cordwell menilai harga jual yang terlalu tinggi bisa menimbulkan kekhawatiran di investor. “Ada batasan mengenai berapa besar Apple bisa mendorong pertumbuhan seri iPhone dengan mengerek harga," tuturnya.

Saham Apple naik 3,7% ke level US$197,34, rekor tertinggi perusahaan, sekaligus membuat kapitalisasi pasarnya membengkak menjadi US$954 miliar atau sekitar Rp13.775 triliun.

Apple memperkirakan pendapatan pada kuartal terakhir 2018 akan menyentuh US$60 miliar-US$62 miliar.

Chief Executive Apple Tim Cook menyampaikan ada kekhawatiran dari sisi risiko tarif impor terkait perdagangan AS-China. Pasalnya, komponen produk-produk Apple banyak diproduksi di Negeri Panda.

Dia menyinggung perangkat seperti earphone nirkabel dan Apple Watch yang kemungkinan bisa terkena dampak tarif impor.

Di sisi lain, layanan streaming musik dan video serta layanan lainnya turut berkontribusi terhadap pendapatan. Nilainya bahkan jauh lebih besar dari proyeksi yang hanya US$1,9 miliar, yakni mencapai US$9,5 miliar atau lebih dari Rp137 triliun. Apple juga berniat mengembangkan konten serial dan video eksklusif, menyaingi Netflix dan Amazon.

Sumber : Bisnis Indonesia

Adplus Tokopedia