Review Samsung Galaxy A7: Lensa Lebar dan Warna Tajam

Samsung Galaxy A7 - Samsung
20 November 2018 20:00 WIB Feni Freycinetia & Demis Rizky Gosta Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Pasar telepon seluler (ponsel) Rp4 jutaan memang sangat ketat. Di kelas ini, vendor ponsel asal China bertarung keras menawarkan produk berdesain cantik dengan fitur yang melimpah pada harga yang terjangkau.

Setelah lama absen, Samsung akhirnya memutuskan ikut bertarung mengandalkan ponsel tri-kamera Galaxy A7. Bisnis mendapatkan kesempatan untuk mencoba produk berbanderol Rp4,5 juta ini selama beberapa pekan.

Bodi yang membungkus Galaxy A7 terbuat dari bahan logam yang tersedia dalam warna hitam, biru terang, dan emas. Material yang digunakan membuat ponsel ini berkilau, tetapi seperti bahan logam lainnya, sidik jari pengguna bakal bertebaran. Ini tentunya bisa dengan mudah teratasi menggunakan casing.

Tiga kamera di bagian belakang disusun vertikal pada bagian yang menonjol di sebelah kiri. Lekukan untuk penempatan kamera membuat bagian belakang ponsel tidak rata, tetapi tidak membuat ponsel terlalu bergoyang ketika diletakkan di permbukaan rata.

Seperti ponsel lain zaman sekarang, tak ada tombol fisik di bagian permukaan Samsung Galaxy A7. Bezel tipis menghiasi layar AMOLED 6 inci, tanpa poni. Dengan ukuran ponsel 159,8 x 76,8 x 7,5 mm, Galaxy A7 sangat ringan untuk ukurannya. Bodinya juga tidak terlampau tipis sehingga masih nyaman digenggam.

Samsung menempatkan tombol fisik di sebelah kanan ponsel. Dua tombol di bagian atas berfungsi sebagai pengendali volume. Di bawahnya, terletak tombol daya sekaligus sensor sidik jari. Penempatan sensor sidik jari di sisi kanan membuat pengguna bisa membuka kunci layar dengan lebih alami. Hanya saja, ini bakal sangat merepotkan bagi pengguna yang kidal.

Seperti material bodinya, layar AMOLED Galaxy A7 sangat tajam. Resolusi Full HD Plus dengan 1.080 x 2.220 piksel membuat warna yang dihasilkan detail. Penggunaan di bawah cahaya terik matahari juga tidak bermasalah.

 

Tiga Kamera

Tiga sensor yang menunjang kamera belakang Galaxy A7 punya fungsi yang berbeda. Dua kamera berfungsi sama seperti dua kamera yang menghiasai ponsel-ponsel Samsung generasi terdahulu. Satu kamera beresolusi 24 MP untuk menangkap  warna, satu lagi adalah kamera monokrom beresolusi 5 MP untuk menangkap kedalaman saat mengambil foto bokeh.

Kamera ketiga adalah kamera 8 MP dengan teknologi sudut lebar. Sensor kamera ini dapat menangkap sudut pengambilan gambar hingga 120 derajat, lebih luas dari kamera normal yang hanya 77 derajat.

Di bagian depan, kamera depan Galaxy A7 dilengkapi sensor dengan resolusi 24 MP dan lensa f/2,2 sehingga sangat pas bagi pengguna yang gemar swafoto. Dengan konfigurasi tersebut, ponsel mampu menghasilkan gambar jernih meskipun di lokasi pemotretan sudah malam atau minim cahaya.

Hasil foto menggunakan Galaxy A7 Wide Angle

Kemampuan menangkap sudut yang lebar adalah fitur terunggul Galaxy A7. Bingkai tangkapan gambar yang lebih luas sangat membantu saat fotografer tidak bisa banyak bergerak menyesuaikan sudut. Tidak hanya untuk mengambil foto lanskap yang luas. Sudut lebih lebar adalah anugerah ketika mencoba mengambil foto di ruangan yang sempit, misalnya foto berkelompok di restoran atau di ruang kantor.

Hasil foto menggunakan Galaxy A8 Plus

Fitur kamera lain yang dipromosikan Samsung secara besar-besaran adalah fitur Scene Optimizer. Fitur ini menggunakan kecerdasan buatan  (artificial intelligence) untuk menganalisis gambar yang akan diambil untuk kemudian memilih setelan paling optimal. Saat mengambil gambar pepohonan, warna hijau terlihat lebih cerah. Saat mengambil foto makanan, kontras akan dinaikkan.

Hasil foto menggunakan mode normal dan mode Scene Optimizer

Penggunaan kecerdasan buatan ini sebetulnya sudah lama ada di ponsel lain. Namun, hasil foto menggunakan Scene Optimizer cenderung lebih alami dibandingkan dengan hasil foto AI ponsel lain. Ini tentunya adalah soal selera. Bisa saja sebagian pengguna justru ingin perbedaan yang lebih menonjol.

Beban Berat

Dari sisi perangkat keras (hardware), A7 keluaran 2018 dipersenjatai dengan prosesor Exynos 7885, CPU Octa-Core. Cipset ini juga digunakan oleh Galaxy A8 Plus, ponsel semi-premium besutan Samsung.

Untuk saat ini, Samsung hanya menyediakan satu varian yakni model dengan kapasitas 4GB dan memori internal 64 GB. Namun, rencananya akan dirilis model lainnya yaitu kapasitas 6 GB dan memori internal 128 GB pada pertengahan November.

Sayangnya, spesifikasi yang cukup kuat untuk menunjang Galaxy A8 Plus tampaknya tidak cukup tangguh untuk menanggung beban fitur-fitur terbaru Galaxy A7 dalam hal performa dan daya tahan baterai.

Baterai Galaxy A7 dengan kapasitas 3.300 mAh, tidak mampu bertahan cukup lama untuk menunjang layar AMOLED-nya. Dalam hal performa, pergantian antara aplikasi juga tidak mulus terutama saat digunakan dalam layar yang dibagi dua (split screen). Apalagi, saat digunakan untuk bermain gim. Lompatan frame kerap muncul saat digunakan untuk bermain gim yang sebetulnya tidak terlalu berat seperti Player Unknown Battleground, bahkan pada setelah minimum.

Fitur fast charging juga masih absen di Galaxy A7. Samsung juga masih menggunakan slot USB untuk pengisian daya, bukan slot USB Type-C yang digunakan di model ponsel kelas menengah Samsung lainnya.

Sumber : Bisnis Indonesia