Smartfren Prediksikan Kesiapan Indonesia Implementasikan Teknologi 5G

Logo - Istimewa
30 November 2018 14:00 WIB Syaiful Millah Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Internet of Thing dan teknologi 5G kian menjadi perhatian dunia. Berbagai kalangan berancang-ancang memanfaatkan teknologi jaringan pita lebar tersebut. Lantas bagaimana dengan Indonesia?

Operator seluler Smartfren memprediksi penerapan teknologi jaringan 5G di Indonesia masih membutuhkan waktu hingga beberapa tahun ke depan.

Chief Brand Officer Smartfren Roberto Saputra berpendapat implementasi 5G di Tanah Air baru akan meluas setelah 3 tahun mendatang. Menurutnya, hal tersebut disebabkan beberapa faktor.

Pertama, jaringan 4G yang masih dalam tahap ekpansi ke berbagai wilayah di Indonesia. Menurut Roberto, sampai saat ini penetrasi jaringan generasi keempat tersebut masih belum menyentuh angka 90%.

“4G kita masih jalan, pelanggan 2G dan 3G juga masih ada di beberapa daerah sehingga masih butuh waktu yang cukup lama untuk membahas teknologi 5G,” ujarnya di Jakarta, Kamis (29/11).

Kedua, terkait perangkat yang dibutuhkan dan kegunaan jaringan 5G. Kemunculan teknologi anyar ini, menurut Roberto, memerlukan perangkat baru yang dapat menyokong jaringan 5G yang harganya akan lebih tinggi dibanding teknologi dari generasi sebelumnya, baik bagi konsumen maupun komersial.

Selain itu, dia juga menyoroti urgensi implementasi 5G di Indonesia. Pasalnya, contoh penggunaan jaringan tersebut di beberapa negara lebih ditujukan untuk sektor transportasi dan kesehatan, misalnya pengoperasian mobil otonom dan scan diagnostik kesehatan 3 dimensi atau hologram.

“Pertanyaannya, apakah kita sudah butuh dan siap dengan itu? Kalau bicaranya masih untuk streaming dan segala macem, jaringan 4G itu sudah cukup,” paparnya.

Ketiga, regulasi pemerintah. Hingga saat ini, Kementrian Komunikasi dan Informatika masih belum mengeluarkan aturan untuk teknologi 5G yang terkait dengan spektrum jaringan mana yang akan digunakan.

Roberto mengungkapkan infrastruktur jaringan dan regulasi terkait yang menaunginya merupakan hal penting yang akan membuka gerbang implementasi 5G di Indonesia hingga menuju komersialisasi dan adopsi yang luas.

Namun demikian, dia menyampaikan bahwa Smartfren telah mengambil ancang-ancang dengan membuat peta jalan menuju penerapan teknologi 5G.

Dia mengungkapkan untuk dapat beralih ke jaringan 5G dibutuhkan beberapa elemen dan persyaratan. Terkait hal tersebut, Roberto mengklaim saat ini pihaknya telah memenuhi 60% syarat yang dibutuhkan.

“Secara teknologi jaringan, Smartfren sudah update ke 4G+. Oleh sebab itu, tentu kami siap menuju ke 5G,” ungkapnya. 

Sumber : Bisnis Indonesia