Gamatechno UGM Kembangkan Platform Pengidentifikasi Informasi Hoaks di Medsos

Direktur Utama Gamatchno Muhammad Aditya (tengah) saat menjelaskan platform perangkat lunak bernama Semantik untuk mengidentifikasi kabar bohong di Hotel Canvinton Jogja. - Ist/Gamatechno
06 Januari 2019 22:17 WIB Abdul Hamied Razak Tekno Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Gamatechno, unit usaha milik Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan platform perangkat lunak bernama Semantik untuk mengidentifikasi apakah sebuah informasi atau berita yang disebarkan via media sosial berupa hoaks atau bukan.

Tak hanya itu, platform digital yang berfungsi sebagai mesin learning tersebut juga dilengkapi kemampuan untuk mendeteksi apakah sebuah postingan di media sosial memiliki muatan sentiment negatif atau tidak.

“Cara kerjanya platform aplikasi Semantik itu pertama kami latih dulu dengan cara diberi contoh-contoh kalimat informasi tertentu, lalum aknanya seperti apa, setelah itu sistem ini akan mengambil data-data di internet untuk dikumpulkan dan dianalisa, apakah maknanya negatifatau tidak,” ujar Direktur Utama Gamatchno Muhammad Aditya dalam rilisnya, Minggu (6/1/2019).

Aplikasi tersebut diharapkan bisa menambah daya saing Gamatechno yang tahun ini berusia 14 tahun. Dengan Mesin Learning Semantik itu, nantinya analisa sebuah posting atau informasi dinilai akan lebih komprehensif. Misalnya saja, di Kota Jogja, dari platform tersebut bisa diketahui sebarapa banyak posting di Medsos yang sedang membicarakan Kota Jogja, mana saja yang bernada negatif dan tidak. "Untuk akurasi identifikasi atas informasi atau postingan itu kami target di atas 85 persen,” ujar dia.

Setelah berhasil mendeteksi bobot postingan atau informasi itu, informasi itu akan di copy lalu diolah dan memberikan report. "Apakah hasil temuan dari platform itu akan menjadi bahan pihak terkait untuk memfoloow up temuan itu, apakah isu itu akan ditindaklanjuti atau tidak,” ujarnya.

Misalnya saja, ketika pemerintah daerah merilis sebuah informasi desa wisata. Kemudian informasi itu diposting di media sosial seperti facebook. Nah, melalui sistem Semantik ini bisa pula diketahui bagaimana sebenarnya masyarakat pengguna internet menerima informasi itu. Apakah responnya positif atau negatif.

Mesin pendeteksi dari Gamatechno ini sendiri akan digarap penuh oleh anak perusahaan barunya yang bernama PT. Global Data Inspirasi (Datains). Datains sendiri dilaunching Gamatechno bertepatan dengan HUT ke 14 nya. Datains akan memfokuskan diri pada layanan dan pengelolaan big data. Dua peruasahaan baru ini diharapkan membawa banyak manfaat ditengah kebutuhan industri di Indonesia.

Selain meluncurkan Datains, Gamatechno juga meluncurkan satu lagi anak perusahaan baru bernama PT Solusi Kampus Indonesia (SKI). Fokus PT SKI mengakselerasi produk dan layanan khususnya untuk kebutuhan sistem perguruan tinggi.

“Dari 4.000 lebih perguruan tinggi di Indonesia saat ini sebagian besar masih mengelola urusan administrasi dan manajemen yang konvensional dan manual, hal seperti ini yang akan ditangani PT. SKI,” ujarnya.