Mantan Pilot F-16 Terbangkan Perdana Pesawat Terbesar di Dunia

Ilustrasi pesawat model skala penuh CR929 yang dikembangkan China-Russia Commercial International Corporation (CRAIC). - Reuters
15 April 2019 13:57 WIB Newswire Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pesawat terbesar di dunia sukses menjalani uji coba penerbangan di Gurun Mojave, California, Amerika Serikat (AS) Sabtu (14/4/2019) waktu setempat. Pesawat yang dibuat dari bahan karbon oleh Strato Launch Systems Corp, meruperusahaan yang di dirikan mendiang pendiri Microsoft Paul Allen, akan masuk dan bersaing dengan perusahaan yang memproduksi pesawat antariksa.

Pesawat berwarna putih yang disebut dengan Roc itu memiliki sayap sepanjang lapangan American football dan dikendalikan enam mesin. Pesawat tersebut diuji selama dua jam sebelum akhirnya mendarat dengan selamat di Mojave Air and Space Port. Pendaratan itu disambut ratusan orang yang berkumpul.

“Ini merupakan penerbangan perdana yang fantastik,” kata CEO Stratolaunch Jean Floyd dilansir Reuters, kemarin.

“Penerbangan ini memperkuat misi kami untuk menyediakan sistem peluncuran alternatif dan fleksibel,” ujar Floyd.

Ia mengaku bangga dengan tim Stratolaunch dan tim awak kabin penerbangan serta berbagai mitra. Pesawat tersebut didesain untuk mengantarkan roket dan wahana antariksa lain dengan berat 500.000 pon pada ketinggian 35.000 kaki. Karena sudah banyak perusahaan yang memesan penerbangan dengan Stratolaunch.

“Kita akhirnya bisa menerbangkannya. Ini merupakan momen spesial untuk melihat burung ini terbang,” ujar Flyod.

 “Saya sudah membayangkan momen ini selama beberapa tahun. Saya tidak membayangkan tanpa Paul di samping saya,” ujarnya.

Dia pun mengucapkan terima kasih khusus kepada Allen. Uji coba penerbangan pada Sabtu lalu mencapai kecepatan maksimum 189 mil per jam dan ketinggian 17.000 kaki. Hal itu menunjukkan performa kualitas pesawat tersebut.

Pilot uji coba penerbangan tersebut, Evan Thomas, mengungkapkan berhasil menerbangkan pesawat itu dengan mulus dan kembali dengan aman setelah penerbangan selama dua jam setengah. “Pesawat ini terbang sesuai dengan prediksi,” kata Thomas, mantan pilot pesawat F-16.

Ia mengungkapkan penerbangan perdana ini sangat fantastis. Dia berharap akan lebih banyak penerbangan lagi, khusus pesawat dengan kekompleksan dan keunikan itu karena memiliki dua kokpit dan ukurannya super besar. Sementara itu, Allen yang mendirikan perusahaan Strato launch merupakan pendiri Microsoft bersama Bill Gates pa da 1975.

Dia mengumumkan mendanai sendiri Strato launch pada 2011 silam. Perusahaan itu kini sedang mencari dana segar untuk memproduksi lebih banyak pesawat untuk bersaing dengan perusahaan lain, seperti Space X yang didirikan Elon Musk dan United Launch Alliance yang merupakan kemitraan Boeing dan Lockheed Martin. Stratolaunch menyatakan akan meluncurkan roket pertama Roc pada 2020 atau lebih awal. Allen yang meninggal pada Oktober 2018 lalu, tepatnya beberapa bulan setelah pengembangan pesawat impiannya diumumkan kepada publik.

“Kita semua mengetahui bahwa Paul sangat bangga dengan pencapaian sejarah kali ini,” ujar Jody Allen, Ketua Vulcan Inc dan Trustee of the Paul G. Allen Trust.

“Pesawat ini merupakan pencapaian teknologi yang berharga dan kita mengucapkan selamat kepada semua orang yang terlibat,” ujarnya.

Puluhan fotografer, blogger, dan penggemar antariksa menyaksikan uji coba penerbangan tersebut. “Itu merupakan pesawat terbesar di dunia. Itu begitu besar. Itu seharusnya tidak bisa terbang,” kata Jack Beyer, fotografer NASA Space Flight.com.

Sumber : Okezone.com