Dianggap Penyebar Terorisme, 166.000 Akun Twitter Dihapus

Logo twitter - Antara
10 Mei 2019 10:17 WIB Denis Riantiza Meilanova Tekno Share :

Bisnis.com, JAKARTA-- Media sosial Twitter serius memberantas terorisme. Pada Kamis (9/5/2019), Twitter mengumumkan telah menghapus lebih dari 166.000 akun terkait terorisme selama paruh kedua tahun lalu. Hal ini semakin menunjukkan keseriusan Twitter menangani konten terorisme online pada platformnya.

Bersama dengan Facebook dan Google, Twitter mendapat tekanan dari regulator dan pemerintah di seluruh dunia untuk menghapus konten ekstremis lebih cepat atau mereka akan menghadapi undang-undang yang lebih berat.

Dilansir dari Reuters, Jumat (10/5/2019), dalam laporan transparansi terakhirnya, Twitter menyatakan telah menghapuskan 166.153 akun antara periode Juli-Desember 2018 karena mempromosikan terorisme. Jumlah ini turun 19 persen dari jumlah akun yang ditangguhkan pada Januari-Juni 2018 yang mencapai 205.156 akun.

Penangguhan tersebut merupakan hasil dari deteksi teknologi internal Twitter. Dari jumlah akun yang ditangguhkan tersebut, 91% terdiri atas akun yang ditandai oleh alat teknologi internal yang dibangun khusus. Sebagian besar kasus, Twitter mengambil tindakan pada tahap pengaturan akun, yakni sebelum akun menuliskan cuitan pertamanya.

"Penurunan tajam ini merupakan indikasi tren yang lebih besar yang sedang kami amati, dari tahun ke tahun jumlah organisasi teroris yang mencoba menggunakan layanan kami berkurang," ujar Sinead McSweeney, Wakil Presiden Twitter untuk Kebijakan Publik dalam sebuah pernyataan.

“Ini dapat dikaitkan dengan pendekatan teknis yang kuat yang telah kami tingkatkan selama bertahun-tahun. Kami didorong oleh metrik ini tetapi akan tetap waspada, ”katanya.

Sumber : Bisnis.com/Reuters