Advertisement

Laptop dengan Virus Paling Mematikan Dijual Rp17 Miliar

Chelin Indra Sushmita
Jum'at, 31 Mei 2019 - 03:07 WIB
Budi Cahyana
Laptop dengan Virus Paling Mematikan Dijual Rp17 Miliar Laptop paling mematikan di dunia, The Persestence of Chaos. - The Verge

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA – Laptop dengan enam virus berbahaya di dunia terjual dengan harga menakjubkan. Seniman Internet China, Gou O Dong, menjual laptop bervirusnya dengan harga selangit.

Keenam virus berbahaya itu bersarang di netbook Samsung NC-10 keluaran 2009. Virus yang bersarang di dalamnya adalah enam maleware paling mematikan di dunia.

Advertisement

Keenam virus tersebut dikenal paling berbahaya karena telah menimbulkan kerugian sekitar US$95 miliar atau setara Rp1.366. Meski sangat berbahaya, Guo O Dong tetap pasang harga tinggi untuk gadget tersebut. Laptop itu dijual bukan untuk dimanfaatkan sebagai penunjang kerja. Melainkan sebuah karya seni yang diberi nama The Persistence of Chaos.

“Dalam bayangan kami, hal buruk yang terjadi di komputer tidak benar-benar mampu memengatuhi kami. Tetapi, ini jelas sangat tidak masuk akal. Virus adalah senjata yang menyerang jaringan listrik atau infrastruktur publik dan menyebabkan kerusakan,” kata Guo O Dong seperti dikutip dari The Verge, Kamis (30/5/2019).

Guo O Dong membuat laptop berbahaya itu lewat kerja sama dengan DeepInstinct, firma keamanan siber di New York, Amerika Serikat. Nah, laptop dengan enam virus mematikan itu kini sedang dilelang secara online.

Laptop The Persestence of Chaos ditawarkan mulai harga US$1,2 juta atau sekitar Rp17 miliar. Harga tersebut termasuk unit laptop, yakni kabel daya dan script untuk restart. Setelah ada yang membeli, konektor dan fungsi Internet laptop berukuran 10,2 inci yang menjalankan sistem operasi Windows XP SP3 itu bakal dimatikan.

Adapun keenam virus yang berada di dalam The Persistence of Chaos adalah ILOVEYOU yang menyebar via e-mail dan file sharing di awal dekade 2000-an. Virus tersebut menginfeksi lebih dari 500.000 komputer dan menimbulkan kerugian hingga US$15 miliar atau sekitar Rp215 triliun.

Selanjutnya, MyDoom, yang diduga buatan spammer e-mail asal Rusia. Ini merupakan jenis cacing yang penyebarannya paling cepat dan telah menimbulkan kerugian sekitar US$38 miliar atau Rp546 triliun.

Ada juga SoBig yang merupakan cacing dan trojan yang menyebar lewat e-mail sebagai spam. Virus ini bisa menyalin dan mengirimkan file sendiri via email. Virus ini juga merusak hardware dan software komputer. Nilai kerugian kumulatif yang disebabkan virus ini mencapai US$37 miliar atau Rp531 triliun.

Tak ketinggalan, ada pula virus WannaCry yang merupakan sebuah ransomeware. Virus ini menyandera komputer dan meminta uang tebusan dari korban. Jumlah kerugian yang ditimbulkannya sekitar US$4 miliar atau Rp57 triliun.

Maleware canggil yang merebak di Amerika Latin, DarkTequila juga tertanam di dalam The Persistence of Chaos. Virus ini mencuri informasi rekening bank dan data perusahaan yang menimbulkan kerugian ratusan juta dolar. Terakhir, virus yang bersarang di The Persistence of Chaos adalah BlackEnergy. Virus ini dipakai dalam serangan siber yang mematikan listrik skala besar di Ukraina pada Desember 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Solopos

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo dan KRL Solo Jogja Hari Ini, Jumat 26 April 2024

Jogja
| Jum'at, 26 April 2024, 02:17 WIB

Advertisement

alt

Sandiaga Tawarkan Ritual Melukat ke Peserta World Water Forum di Bali

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 19:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement