Wow, Pusat Riset Bertaraf Dunia Hadir di Jogja

Beneace SteH'ens, Direktur Research & Innovation Nutricia-Sarihusada saat mempresentasikan Danone Nutricia Research Sarihusada Research & Innovation (R&I) Center di pabrik Sarihusada, Muja Muju, Jogja, Rabu (24/7/2019). - Harian Jogja/Istimewa
24 Juli 2019 11:37 WIB Abdul Hamied Razak Tekno Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Fasilitas riset dan inovasi produk nutrisi bertaraf internasional dilengkapi dengan keahlian sains dan teknologi terbaru hadir di Jogja. Adanya pusat riset dan inovasi berperan penting dalam membantu penanganan berbagai isu kesehatan yang terjadi di Indonesia seperti stunting dan anemia.

Peningkatan kapasitas pusat riset dilakukan dengan melengkapi empat fasilitas berteknologi tinggi, yaitu Pilot Plant, Laboratorium Pengembangan Produk dan Bahan Baku, Laboratorium Sensori, dan Laboratorium Pengemasan. Fasilitas ini akan mempermudah Danone untuk melakukan proses simulasi prototipe produk secara mandiri. Mulai dari menggali insight sains dan teknologi, melakukan studi klinis untuk keamanan dan efektifitas produk, mengembangkan produk, melakukan studi pengemasan, dan studi sensori hingga produk inovasi siap diproduksi dalam skala industri.

"Pusat riset ini dimulai sejak 2011. Ini merupakan bagian dari Danone Nutricia Research yang berfokus pada kategori Specialized Nutrition," kata Connie Ang, Presiden Direktur PT Sarihusada Generasi Mahardhika saat meresmikan Danone Nutricia Research Sarihusada Research & Innovation (R&I) Center di pabrik Sarihusada, Muja Muju, Jogja, Rabu (24/7/2019).

Dia mengatakan, hingga kini stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang dialami anak berusia di bawah lima tahun. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensinya mencapai 30,8% di Indonesia. Anemia pada ibu hamil meningkat dari 37% pada 2013 menjadi 49% pada 2018. Anak berusia di bawah 5 tahun juga beresiko tinggi mengalami anemia [Riskesdas, 2018].

"Fokus kami di Indonesia adalah untuk berkontribusi menjawab tantangan pemenuhan nutrisi yang dihadapi ibu, masalah anak termasuk faltering growth [pertumbuhan yang terhambat] dan stunting," katanya.

Beneace SteH'ens, Direktur Research & Innovation Nutricia-Sarihusada mengatakan selama lebih dari 60 tahun Sarihusada memberikan edukasi dan produk nutrisi terpercaya di Indonesia. Peningkatan kapasitas riset tersebut didukung dengan keahlian dan jejaring yang dimiliki Pusat Riset dan Inovasi di seluruh dunia.

"Pusat riset ini hanya ada lima di dunia, dua di kawasan Eropa, tiga di kawasan Asia. Salah satunya di Indonesia khususnya di Jogja," kata Beneace.

Peningkatan riset dan inovasi dilakukan, lanjut dia, untuk memastikan pengembangan produk secara lokal. Dengan Pusat Riset dan Inovasi ini sendiri, pihaknya akan lebih mudah bagi untuk melakukan penelitan secara mendalam, mempercepat uji coba produk hingga kualitas produksi yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional.

"Kami bekerjasama dengan UGM untuk mengembangkan riset. Dengan kolaborasi ini kami harapkan bisa berjalan baik," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi yang turut meresmikan fasilitas ini mendukung keberadaan pusat riset dan inovasi canggih di kota Jogja. Dia berharap fasilitas tersebut bisa membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya untuk pemenuhan nutrisi berkualitas untuk ibu dan anak. "Ini menjadi salah satu bukti bahwa kota Jogja adalah kota pendidikan yang disegani dan memiliki pusat riset dan penelitian di bidang nutrisi yang unggul," katanya. (*)