Bukan Hanya Komputer, Ransomware Bisa Menyerang Kamera DSLR

Ilustrasi memotret menggunakan kamera (Daily Times)
12 Agustus 2019 22:37 WIB Chelin Indra Sushmita Tekno Share :

Harianjogja.com, SOLO – Virus ransomware selama ini dikenal menyerang komputer atau smartphone. Namun siapa sangka, virus ini ternyata bisa menyerang kamera DSLR.

Peneliti keamanan di Checkpoint dalam keterangan di laman resminya yang dikutip Senin (12/8/2019), menjelaskan virus ransomware bisa dipasang di kamera DSLR. Para peneliti mengaku bisa menginstal malware tersebut dengan mudah ke kamera DSLR menggunakan metode transfer gambar yang sudah ada. Metode yang dimaksud adalah Picture Transfer Protocol.

Salah satu peneliti di Checkpoint, Eyal Itkin, mengatakan Picture Transfer Protocol adalah metode ideal untuk mengirim malware. Metode ini tidak terautentikasi dan bisa dipakai menggunakan koneksi Wi-Fi maupun USB.

Dalam laporan itu dijelaskan pemanfaatan Picture Transfer Protocol yang terinfeksi malware bisa ditularkan ke target secara nirkabel. Bahkan bisa juga menyebarkan malware tersebut ke komputer milik korban.

Eyal Itkin menambahkan malware ransomware tersebut bisa menyerang kamera Canon EOS 80D lewat Wi-Fi. Bahkan, virus itu bisa merusak foto yang tersimpan di kartu memori sehingga foto tersebut tidak bisa diakses kembali.

Dalam penjelasannya, Eyal Itkin menekankan kamera bisa menjadi target yang potensial bagi hacker. Kebanyakan orang meyimpan foto pribadi dalam kartu memori kamera tersebut. Hal semacam ini menjadi sasaran empuk bagi serangan ransomware. Dengan begitu hacker bisa meminta uang tebusan untuk mengembalikan foto target yang disisipi ransomware.

Checkpoint mengaku sudah menjelaskan celah keamanan tersebut kepada Canon pada Maret 2019. Selanjutnya, pada awal Agustus 219, Canon memperingatkan pengguna menghindari koneksi ke Wi-Fi yang tidak aman serta mematikan fungsi jaringan di kamera saat tidak dipakai. Tak ketinggalan, Canon menyarankan pengguna menginstal security patch baru ke perangkat kamera tersebut.

Menurut Eyal Itkin, celah keamanan tersebut saat ini hanya mengancam kamera buatan Canon. Namun, tak menutup kemungkinan perangkat kamera lainnya bisa terdampak malware ransomware tersebut.

Sumber : Solopos.com