Botika Dorong Inovasi Teknologi untuk UMKM di 5 Kota Besar

Co-Founder dan CMO Botika, Eri Kuncoro (kiri) hadir di IMF 2019 Kota Jogja, bersama dengan CEO & Chairman Markplus, Inc, Hermawan Kartajaya (tengah) dan CEO & Founder Botika, Ditto Anindita (kanan). - Ist
21 Agustus 2019 14:57 WIB MediaDigital Tekno Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Menyambangi lima kota besar di Indonesia, pionir dari perusahaan kecerdasan buatan, Botika, turut menjadi bagian dari rangkaian roadshow Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2019 yang digelar setiap tahunnya oleh Markplus, Inc sejak 16 Juli hingga 15 Agustus 2019.

Mengusung tema Sales Promotion Breakthrough di IMF tahun ini, Botika berkesempatan untuk bertegur sapa dengan para pelaku UMKM di lima kota besar, yakni Kota Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya dan Denpasar.

“Kami percaya, lima kota tersebut menjadi pionir dari kota-kota lainnya di Indonesia dalam pengembangan UMKM. Antusiasme yang tinggi di setiap kota menjadi bukti nyata bahwa industri mikro di kota-kota tersebut hidup dan memiliki potensi yang tinggi untuk berinovasi, terkhusus dengan teknologi,” ujar CEO & Founder Botika, Ditto Anindita, melalui rilis, Rabu (21/8/2019).

Persaingan usaha yang semakin ketat, menurutnya menjadi salah satu faktor mengapa pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus melek dengan teknologi terkini dan yang terpenting adalah keterbukaan untuk memulai terobosan-terobosan baru dalam rangka meningkatkan penjualan usaha mereka.

“Terobosan penjualan terbaru menggunakan chatbot, turut menjadi salah satu inovasi industri 4.0 yang mulai populer digunakan oleh para pelaku usaha,” tambahnya.

Pada roadshow IMF 2019 di kota Bandung dan Jogja, Botika berkesempatan untuk mengedukasi ribuan pelaku bisnis dan UMKM untuk mengupas tuntas peran chatbot dalam inovasi brand & otomatisasi marketing sekaligus mengenalkan aplikasi Chatbotika untuk UMKM.

“Coba bayangkan, masa membalas pertanyaan pelanggan perlu kita-kita juga yang menjawab? Trend-nya adalah, pelanggan semakin banyak, penjual kebingungan balas ratusan chat. Udah zamannya pakai robot untuk jawab otomatis pertanyaan mendasar seperti itu,” kata
Co-Founder dan CMO Botika, Eri Kuncoro yang menjadi pembicara di dua kota tersebut.

Eri menambahkan, bahwa chatbot membantu pengusaha bisnis, dari skala besar hingga skala menengah, terutama bagi orang-orang di zaman sekarang yang ingin semuanya dilayani serba cepat. Ia percaya bahwa sudah saatnya pelaku usaha bekerja secara efisien, terutama jika tidak ingin kalah bersaing dengan pelaku usaha lainnya.

Sebagai mitra kerja dari Markplus, Inc, Botika turut menjadi salah satu inovasi yang ditawarkan untuk mendorong perkembangan teknologi bagi UMKM. Pada IMF 2019 ini, Botika sekaligus mengenalkan aplikasi chatbot yang mudah diakses oleh siapapun.

“Sudah saatnya, teknologi bukan menjadi sesuatu yang eksklusif. Teknologi, khususnya chatbot harus accessible ke semua kalangan,” ujarnya sembari menunjukkan aplikasi Chatbotika yang sudah hadir di Google Playstore.

Tren penjualan menggunakan chatbot semakin populer dilakukan di luar negeri, sehingga hal ini menjadi potensi yang bisa ditularkan ke masyarakat Indonesia, karena melihat mayoritas penduduk berkomunikasi menggunakan aplikasi chat. Sehingga memberikan pengalaman berbelanja menggunakan chatbot hingga melakukan transaksi dalam satu jendela chat, memudahkan pelanggan juga nantinya.

“Berinteraksi dengan chatbot tidak perlu menggunakan perintah-perintah khusus, sama halnya seperti ketika kita mengobrol dengan teman kok,” kata dia.

Berawal dari menjajaki chatbot untuk industri travel, Botika yang telah berdiri sejak September 2016 ini telah mengadopsi chatbot ke berbagai sektor industri perusahaan-perusahaan ternama dari bidang consumer goods, telekomunikasi, transportasi hingga chatbot event dan promosi. Hingga kini, Botika telah mendukung lebih dari 100 perusahaan untuk memudahkan proses komunikasi dengan pelanggan secara cepat dan lebih efisien.