Operator Seluler Dinilai Masih Butuh Frekuensi Tambahan

28 Oktober 2019 11:47 WIB Leo Dwi Jatmiko Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kebutuhan terhadap frekuensi makin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus tumbuh,  perkembangan teknologi dan aplikasi. 

Presiden Direktur & CEO PT XL Axiata Tbk. Dian Siswarini mengatakan bahwa frekuensi yang ada saat ini belum mencukupi untuk operasional, terlebih dalam menghadapi kehadiran 5G. XL Axiata terus mematangkan persiapan dalam menyambut 5G.

XL baru saja menandatangani kerja sama dengan Huawei, perihal pembangunan jaringan inti siap 5G atau 5G ready. Dengan upaya tersebut, diyakini penetrasi XL Axiata ke pasar akan lebih cepat.  

“Untuk 4G saja masih kurang, apalagi nanti untuk 5G jadi seharusnya lebih banyak lagi,” kata Dian kepada JIBI/Bisnis.com beberapa waktu lalu.

Group Head Corporate Communications XL Axiata, Tri Wahyuningsih mengatakan kehadiran frekuensi baru akan meningkatkan layanan yang diberikan operator seluler kepada masyarakat.

Setiap operator, sambungnya, memiliki kebutuhan yang berbeda-beda atas pita lebar frekuensi atau bandwith frekuensi yang dilelang nantinya.

“Kalau XL kan fokusnya kepada data 4G, tentunya ke depannya frekuensi yang dapat mendukung layanan data 5G yang dibutuhkan oleh operator,” kata Ayu.

Ayu mengatakan perseroan terbuka untuk berpartisipasi jika kemudian nanti Kemenkominfo menggelar lelang frekuensi.

Saat ini, XL Axiata memiliki pita lebar frekuensi sebesar 2x45 MHz yang tersebar di 900 MHz, 1.800 MHz, dan  2,100 MHz. Dengan jumlah tersebut, XL Axiata menguasai 20,5% dari jumlah pita lebar frekuensi untuk ponsel yang tersebar di 7 pita frekuensi yang berbeda. Adapun total pelanggan XL Axiata hingga pertengahan 2019 sebanyak 56,6 juta pelanggan.   

Sementara itu, Head Corporate Communications PT Indosat Tbk. Turina Farouk mengatakan berdasarkan pertumbuhan jumlah pelanggan ditambah dengan perkembangan aplikasi yang membutuhkan pita lebar frekuensi besar, maka kebutuhan tambahan frekuensi tidak dapat dihindari.

Mengenai kebutuhan pita lebar, dia mengatakan tergantung dari pertumbuhan pelanggan masing-masing operator.

“Hal ini [frekuensi] dibutuhkan untuk memberikan pengalaman kepada pelanggan yang lebih baik mengikuti kebutuhan tren digital pelanggan,” kata Turina.

Indosat mengantongi pita lebar frekuensi sebesar 2x47,5 MHz yang tersebar di 850 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2.100 MHz dan 2.300 MHz. Indosat mengusai 22% dari total pita frekuensi untuk mobile broadband. Adapun jumlah pelanggan Indosat hingga semester 1/2019 sebanyak 56,7 juta pelanggan.

Sementara itu pemimpin industri telekomunikasi saat ini, Telkomsel memiliki pita lebar frekuensi sebanyak 2x52,5 MHz dan 30 MHz nasional yang tersebar di 850 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2.100 MHz, dan 2.300 MHz. Telkomsel pangsa pasar pita frekuensi untuk mobile broadband sebesar 31%. Adapun jumlah pelanggan Telkomsel hingga semester 1/2019 sebanyak 167,7  juta pelanggan.

Adapun PT Hutchison 3 Indonesia memiliki pita lebar frekuensi sebanyak 2x25 MHz yang tersebar di 1.800 MHz dan  2.100 MHz. dengan  menguasai pangsa pasar pita frekuensi untuk mobile broadband sebesar 11,5%. Adapun jumlah pelanggan 3 Indonesia hingga semester 1/2019 sebanyak 37 juta pelanggan.

Terakhir, PT Smartfren Telecom Tbk memiliki pita lebar frekuensi sebanyak 2x11 MHz dan 30 MHz secara nasional yang  tersebar di pita 850 MHz dan 2.300 MHz, dengan  menguasai pangsa pasar pita frekuensi untuk mobile broadband sebesar 11,5%. Adapun jumlah pelanggan Smartfren hingga September 2019 sekitar 20-21 juta.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia