Tuntutan Pemerintah Indonesia kepada Google: Membangun Pangkalan Data Terintegrasi

Kantor Google di Jakarta, Indonesia. - JIBI/Bisnis.com/Syaiful Milah
21 November 2019 19:37 WIB Rahmad Fauzan Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Perusahaan teknologi global, Google, diharapkan dapat meningkatkan skala pengembangan talenta digital Indonesia serta membangun pangkalan data yang terintegrasi di Tanah Air.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate mengatakan pemerintah meminta perusahaan tersebut untuk menyiapkan pangkalan data di dalam wilayah teritorial Indonesia.

Google sebelumnya telah mengumumkan rencananya untuk membangun Region Cloud Jakarta pada semester I/2020 dalam bentuk investasi jangka panjang.

"Kita tahu era digital bersifat ekstrateritorial. Namun, khusus untuk Indonesia yang juga negara besar di dunia digital, maka mari kita pastikan Indonesia memiliki data center yang terintegrasi," ujar Johnny dalam acara Google for Indonesia 2019 di Jakarta, Rabu (20/11/209).

Hal tersebut, lanjut Johnny, disampaikan pemerintah sebagai bagian dari upaya akselerasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang pada 2025 mendatang diperkirakan mencapai lebih dari Rp1.800 triliun.

Pemerintah sendiri mengejar angka tersebut dengan berbagai macam persiapan.

Sesuai dengan visi yang telah dinyatakan, pemerintah akan menyediakan ketersediaan infrastruktur digital yang memadai pada 2035. Adapun, jika dilihat dari rencana pembangunan infrastruktur digital yang telah dibuat, pemerintah berharap pada 2035 kecepatan internet di Tanah Air sudah berada di level 30MB per detik.

Bahkan, pada 2024 mendatang pemerintah mengatakan Indonesia akan memiliki satu satelit dengan kecepatan internet 10MB per detik, serta membangun dua satelit multifungsi lainnya.

Di sektor lain, tulang punggung jaringan telekomunikasi selain Palapa Ring yang belum lama ini selesai disebutkan juga akan dibangun. Melalui Extention Palapa Ring, begitu nama tulang punggung telekomunikasi itu disebut, pemerintah berencana menambahkan sekitar 8.000 km serat optik serta ribuan base station di Indonesia.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah; penataan frekuensi serta menyiapkan migrasi dari jaringan 2G dan 3G menuju 4G sebelum kemudian bermigrasi lagi menuju 5G; dan, menyiapkan regulasi primer, yaitu Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP).

"Dengan mengarah ke negara digital, kita perlu adanya kepastian perlindungan terhadap data pribadi. Dan dalam kerangka kedaulatan data, kita akan membuat UU Perlindungan Data Pribadi," ujar Johnny.

Pemerintah juga berkeinginan untuk melakukan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mencari benchmark dalam rangka penyempurnaan RUU PDP yang beberapa waktu lalu dinyatakan akan diserahkan kepada DPR RI antara akhir tahun dan awal tahun depan.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta Google agar menjadikan Indonesia sebagai prioritas utama perusahaan dalam menjalankan misi positifnya di seluruh dunia.

Nadiem memandang Indonesia saat ini tengah berada di dalam momentum terbaik, di mana pemerintah memiliki susunan kabinet yang dianggap progresif dan siap berkolaborasi, serta telah mengimplementasikan sistem teknologi yang agile.

Terhadap upaya Google yang baru saja diluncurkan, yakni program pelatihan selektif selama enam bulan untuk melahirkan para pengembang andal yang rencananya akan melatih 300 talenta bernama Bangkit, Nadiem berharap Google dapat meningkatkan skalabilitas program tersebut dengan melibatkan 30.000 talenta.

"Jangan bilang enggak possible, coba kita pikirin, secara overtime, bisa enggak kita melakukan hal tersebut," ujarnya.

Dia berpendapat untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, Negara tidak dapat merealisasikan hal tersebut hanya dengan mengikuti jalur yang digunakan oleh negara-negara lain. 

Menurut Nadiem, Indonesia harus melewati jalan motong, yakni pemanfaatan digital serta pendidikan teknologi. Sehingga, dengan panduan teknologi, skalabilitas yang bisa dimiliki oleh satu individu bisa berdampak 10 kali lipat lebih efektif, produktif, dan efisien.

Adapun, terkait dengan talenta digital, Menkominfo Johnny G. Plate mengatakan Indonesia membutuhkan setidaknya 113 juta talenta digital pada 2035 mendatang. Sementara itu, lanjut Johnny, total talenta digital yang bisa dipenuhi pada 2035 diperkirakan hanya mencapai 104 juta.

Program Google

Berada di jalur yang diharapkan pemerintah, Google meluncurkan Bangkit sebagai program pelatihan gratis yang saat ini dibuka terbatas untuk 300 talenta digital. Program tersebut didesain dengan melibatkan perusahaan teknologi raksasa lainnya, yaitu Gojek, Tokopedia, dan Traveloka.

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan 300 pengembang berkualifikasi tinggi dan berkeahlian pembelajaran mesin (machine learning) yang dilibatkan dalam program Bangkit akan dilatih hingga musim panas, atau sekitar Desember 2020.

"Dengan inisiatif ini, kami mendorong developer di seluruh Indonesia untuk meningkatkan keterampilan teknis dan soft skill mereka," ujar Randy.

Melalui program tersebut, ditambah dengan program pelatihan untuk pelaku usaha, seperti Gapura Digital dan Women Will, Google total telah melatih sebanyak 1,6 juta orang Indonesia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia