2020, Xiaomi Siap Tangkal Masalah Ponsel Gaib

Logo Xiaomi - Reuters
01 Januari 2020 07:17 WIB Rahmad Fauzan Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Memasuki tahun 2020, Produsen ponsel asal China, Xiaomi, telah menyiapkan cara guna mengatasi masalah 'ponsel gaib' yang sempat mendera pada 2019 di mana produk yang diluncurkan sulit ditemukan di pasaran.

Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse mengatakan Xiaomi mulai 1 Januari 2020 perusahaan akan menjual secara 'open sale' untuk produk Redmi Note 8, Redmi 8 dan Redmi 8A.

"Dengan metode penjualan seperti itu, konsumen bisa membeli ponsel tersebut setiap hari, tidak perlu menunggu program diskon kilat atau flash sale di platform belanja online," ujar Tse dalam keterangan resmi, Selasa (31/12/2019).

Sebelumnya, Tse mengungkapkan rencana perusahaan untuk memperbanyak saluran penjualan luringnya di Indonesia sebagai upaya untuk mengatasi masalah yang sama.

Tse mengatakan langkah tersebut diambil oleh perusahaan setelah jalur penjualan offline melalui toko fisik Mi Store di Indonesia jumlahnya belum maksimal.

"Saat ini, Xiaomi memiliki 51 Mi Store. Dengan bertambahnya tim offline pada tahun depan, Xiaomi akan membangun lebih banyak Mi Authorized Store yang menawarkan kualitas pelayanan terbaik. tim Xiaomi Indonesia harus terus menerus menjelaskan ke pengguna sekaligus meningkatkan angka produksi di mitra manufaktur," ujarnya beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan ada tiga alasan yang menyebabkan peredaran Redmi Note 8 dan Redmi Note 8 Pro langka; pertama, adanya proses peningkatan produksi di pusat perakitan PT Sat Nusa Persada sehingga mereka memastikan komponen yang dibeli dari China tiba di Batam.

"Peningkatan unit yang dibuat membuat line produksi bertambah. Seiring dengan itu mereka menambah pekerja. Alhasil, Xiaomi harus melatih mereka terlebih dulu sebelum menempatkan ke jalur produksi,"

Selain itu, keharusan melakukan uji coba untuk memastikan perangkat benar-benar layak produksi juga memakan waktu yang cukup lama.

Kedua, Xiaomi merupakan perusahaan yang fokus dengan pendistribusian produk secara luring, sehingga konsumen umum mengalami kesulitan untuk menemukan produk Redmi Note 8 atau Redmi Note 8 Pro di pasaran lantaran unit belum tersedia.

Ketiga, tingginya permintaan akan Redmi Note 8 dan Redmi Note 8 Pro. Bagi sebagian besar produsen, lanjutnya, memproduksi 125 ribu uni per bulan merupakan jumlah yang sangat besar. Namun, jumlah permintaan di Tanah Air dikatakan jauh lebih besar.

Adapun, jumlah permintaan terhadap produk Xiaomi di Indonesia dikatakan lebih tinggi dari stok yang disediakan perusahaan. Alvin mengungkapkan, dalam watu satu bulan perusahaan telah mengapalkan 125.000 unit Redmi Note 8 dan angka tersebut masih belum mencukupi permintaan.

Sumber : Bisnis.com