Tokopedia Tunjuk Institusi Keamanan Siber untuk Lacak Pembobolan Data

Karyawan beraktivitas di dekat logo Tokopedia di Jakarta, Selasa (28/1/2020). - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
12 Mei 2020 16:47 WIB Akbar Evandio Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tokopedia menunjuk institusi independen di bidang keamanan siber kelas dunia untuk membantu menginvestigasi kasus pembobolan data penggunanya.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya dalam keterangan resminya mengatakan pada 2 Mei 2020, perusahaan menyadari adanya aksi pencurian data informasi pengguna oleh pihak ketiga yang tak bertanggung jawab.

Menurutnya, perusahaan segera memberikan memberikan informasi kepada seluruh pengguna Tokopedia, dan memulai proses investigasi serta mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan akun dan transaksi tetap terjaga.

“Selain melakukan investigasi internal dengan teliti, kami juga telah menunjuk institusi independen kelas dunia yang memiliki spesialisasi di bidang keamanan siber dalam membantu investigasi dan identifikasi langkah-langkah yang diperlukan guna lebih meningkatkan lagi perlindungan data para pengguna Tokopedia,” ujar William dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/5/2020).

Selain itu, dia mengaku bahwa kata sandi para pengguna telah dienkripsi dengan enkripsi satu arah.

Tokopedia, menurutnya, juga telah berkomunikasi dan bekerja sama dengan pemerintah, antara lain Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan investigasi atas kejadian ini sekaligus memastikan keamanan dan perlindungan atas data pribadi pengguna.

Di samping itu, William mengatakan, Tokopedia juga terus mengingatkan penggunanya untuk mengganti kata sandi akun Tokopedia secara berkala, tidak menggunakan kata sandi yang sama di berbagai platform digital, dan menjaga OTP dengan tidak memberikan kode OTP kepada pihak manapun. Hal it dilakukan untuk memberikan keamanan bagi para pelanggan.

“Kami memahami bahwa kejadian ini telah menimbulkan ketidaknyamanan pada seluruh pengguna. Maka dari itu, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna Tokopedia atas dukungan Anda yang tiada henti kepada kami di tengah tantangan kali ini.,” ujarnya.

Seperti diketahui, belum lama ini data 91 juta pengguna Tokopedia telah diretas oleh hacker.  Informasi bermula dari peretas dengan julukan Whysodank yang mempublikasi hasil peretasan di Raid Forum.

Raid Forum merupakan forum di internet yang berisi informasi-informasi terkait dengan database dan kebocoran data.

Dari Raid Forum, peretas berjuluk ShinyHunters menggunggah thread penjualan 91 juta akun Tokopedia di Empire Market, salah forum dark web. Dari sana, akun @underthebreach memublikasikan peretasan Tokopedia kepada publik melalui Twitter.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia