Sony Hingga Google Tunda Rilis Produk demi Dukung Demonstrasi kematian George Floyd

Demonstrasi di Minneapolis, Amerika Serikat pada Selasa (26/5/2020) memprotes kematian George Floyd. - Carlos Gonzalez/Star Tribune melalui Getty Images
02 Juni 2020 23:27 WIB Akbar Evandio Tekno Share :

Harianjogja. com, JAKARTA – Sejumlah perusahaan teknologi seperti Sony Corp, Airbnb Inc, Electronic Arts Inc.. dan Google menunda pengumuman produk baru mereka guna menghormati aksi dukungan masyarakat Amerika Serikat kepada George Floyd.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (2/6/2020), Sony Corp memutuskan menunda konferensi pers virtual peluncuran PlayStation 5 yang awalnya akan dilakukan pada 4 Juni 2020.  

"Kami tidak merasa bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk perayaan peluncuran PS 5, dan untuk saat ini, kami ingin mundur dan membiarkan suara-suara yang lebih penting didengar," ujar Sony dalam keterangan resminya.

Senada, Electronic Arts Inc. juga membatalkan sebuah acara pengenalan gim Madden NFL 21 yang awalnya akan dilangsungkan pada Senin (1/6/2020) lalu.

"Kami berdiri bersama dengan komunitas, teman, kolega, dan mitra kami dari kalangan African American dan kulit hitam. Kami akan mencari waktu lain untuk berbicara mengenai gim, karena aksi ini dukungan kepada kelompok ini lebih besar dari apapun," tulis Electronic Arts dalam keterangannya.

Sementara itu, Chief Executive Officer Brian Chesky Airbnb Inc. menyatakan tidak akan meluncurkan infromasi terbarunya mengenai visi dan rencana anyar perusahaan. Langkah itu merupakan dukungan perusahaan terhadap aksi sosial di masyarakat AS.

Alphabet Inc. yang merupakan induk perusahaan Google juga memutuskan menunda pengenalan sistem operasi seluler Android 11 yang sebelumnya direncanakan dirilis pada  3 Juni

Puluhan kota di AS kembali bersiap menghadapi kerusuhan setelah  jalan-jalan yang dipenuhi pecahan kaca dan bekas mobil terbakar akibat  jam malam yang diberlakukan pemerintah gagal memadamkan konfrontasi antara pengunjuk rasa dan polisi.

Aksi demonstrasi itu diawali oleh kematian seorang pria kulit hitam George Floyd. Sebelumnya aksi demonstrasi itu pada berlangsung damai. Akan tetapi, kini aksi itu berubah menjadi gelombang kemarahan yang melanda negara yang terpecah secara politik dan ras. 

Sebelum akhirnya meninggal dunia, Floyd sempat sesak nafas karena seorang perwira polisi kulit putih Minneapolis berlutut di lehernya. Bahkan dia menjerit agar dilepaskan karena tidak bisa bernafas seperti terlihat di dalam tayangan video yang beredar luas.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia