Butuh 2 Pekan, Mahasiswa Ini Bikin Desain Pesawat Aman Covid-19

Desain interior pesawat jet pribadi dengan atap dari kaca yang diklaim aman dari Covid-19 karya mahasiswa asal Solo, Erick Rahardjo. - Ist/Solopos.com.
16 Juni 2020 04:57 WIB Ichsan Kholif Rahman Tekno Share :

Harianjogja.com, SOLO -- Mahasiswa asal Kerten, Laweyan, Solo, Erick Rahardjo Hoputro, 20, hanya butuh waktu dua pekan untuk menyelesaikan desain pesawat dengan atap kaca yang diklaim aman dari Covid-19.

Hal itu dikatakan Erick saat diwawancarai JIBI/Solopos melalui sambungan telepon, Senin (15/6/2020). Mahasiswa Universitas Kristen Petra Surabaya itu mengaku mengerjakan desain itu pada April 2020.

Butuh waktu dua pekan untuk menyelesaikan seluruh detail interior untuk pesawat jet pribadi itu. Ia menyebut dua pekan merupakan waktu yang cukup singkat untuk mendesain interior pesawat yang menurutnya masuk klasifikasi kesulitan tinggi.

Erick juga mengatakan perlu motivasi tinggi dalam menyelesaikan desain pesawat yang diharapkan membuat penumpangnya aman dari Covid-19 tersebut. Ia bahkan kerap mengerjakan desain itu hingga dini hari.

"Saat bangun tidur harus sudah tau mau ngapain. Bahkan, mau tidur pun harus tahu pekerjaan hari berikutnya. Memang, saat ini belum ada perusahaan yang menghubungi saya soal desain ini," papar dia.

Erick mengatakan desain interior pesawat itu dibuat sekaligus untuk mengisi waktu luang selama pandemi Covid-19 yang membuatnya harus stay di rumah saja. Lulusan SMA Ursulin itu memilih desain pesawat karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Dalam siaran pers beberapa hari sebelumnya, Erick mengungkapkan konsep desain interior pesawat aman Covid-19 itu berangkat dari pertimbangan khusus pada kebersihan dalam kabin pesawat.

Di dalam kabin, virus dapat bertahan hidup hingga 9 jam pada permukaan logam seperti meja dan kursi di alam pesawat. Oleh karena itu dengan penggunaan atap kaca, di samping untuk menambah estetika dalam kabin juga diharapkan untuk dapat meningkatkan intensitas sinar UV yang masuk.

Sinar UV mampu mengurangi jangka hidup berbagai macam virus termasuk Covid-19. Dalam siaran pers tersebut, Erick menuliskan desain tersebut tidak hanya bisa diterapkan pada jet pribadi tetapi juga pesawat komersial.

Desain yang akan membuat kabin aman dari Covid-19 itu dia klaim tidak akan mengganggu aerodinamika dari bentuk luar badan pesawat maupun strukturnya. Struktur desain interior itu sudah disesuaikan dengan struktur pesawat pada umumnya tanpa mengubah letak maupun bentuknya.

Sumber : JIBI/Solopos