Zealandia, Benua Kedelapan yang Hilang di Bawah Laut Kini Bisa Dijelajahi

Zealandia - National Geophysical Data Center/NOAA
25 Juni 2020 22:07 WIB Nirmala Aninda Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Benua kedelapan yang selama ini hilang ditemukan berada di kedalaman 3.500 meter di laut selatan Pasifik. Pada 2017, para ilmuwan mengkonfirmasi bahwa daratan yang terendam, yang dinamai Zealandia, adalah sebuah benua. Tetapi mereka belum dapat memetakan luasnya sampai sekarang.

Pada Senin (22/6/2020), para peneliti dari GNS Science di Selandia Baru mengumumkan bahwa mereka telah memetakan bentuk dan ukuran benua dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mereka mengunggah peta tersebut di situs web interaktif sehingga pengguna bisa menjelajahi benua itu.

"Kami telah membuat peta-peta ini untuk memberikan gambaran yang akurat, lengkap, dan terkini tentang geologi Selandia Baru dan wilayah Pasifik barat daya - lebih baik dari yang kami miliki sebelumnya," Nick Mortimer, yang memimpin proyek itu, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip melalui Business Insider, Kamis (25/6).

Mortimer dan rekan-rekannya memetakan batimetri (bathymetry) di sekitar Zealandia, memantau bentuk dan kedalaman dasar lautan, profil tektoniknya, dan menunjukkan bahwa Zealandia berada di lintasan batas lempeng tektonik.

Peta-peta itu mengungkap informasi baru tentang bagaimana Zealandia terbentuk sebelum tenggelam di bawah air jutaan tahun yang lalu.

Luas wilayah Zealandia hampir 2 juta mil persegi, atau 5 juta kilometer persegi, sekitar setengah ukuran Australia.

Tetapi hanya 6 persen dari benua itu di atas permukaan laut. Bagian itu menopang pulau-pulau utara dan selatan Selandia Baru dan pulau Kaledonia Baru. Sisanya berada di bawah air, yang membuat orang-orang Zealandia sulit untuk diteliti.

Hingga 2017, Zealandia digolongkan sebagai "benua mikro", seperti pulau Madagaskar.

Namun, menurut Mortimer, Zealandia memenuhi semua ketentuan untuk status benua: memiliki batas yang jelas, menempati area yang lebih besar dari 386.000 mil persegi (1 juta kilometer persegi), berada di atas kerak samudera di sekitarnya, dan memiliki kerak benua lebih tebal daripada kerak samudera.

Oleh karena itu peta baru ini menunjukkan bukti lebih lanjut bahwa massa daratan bawah laut ini harus dianggap sebagai benua kedelapan, Mortimer menambahkan.

"Jika kita bisa mencabut sumbat di lautan dunia, kita dapat melihat dengan jelas bahwa Zealandia sangat menonjol," katanya kepada Science News pada tahun 2017, dia menambahkan, "Jika bukan karena permukaan laut, jauh sebelumnya kita akan mengenali Zealandia sebagai sebuah benua."

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia