Mudahkan Calon Penumpang, Posisi BST Bisa Dipantau Lewat Ponsel

Ilustrasi. - JIBI
05 Juli 2020 11:17 WIB Akhmad Ludiyanto Tekno Share :

Harianjogja.com, SOLO — Informasi terkait bus Solo Batik Trans atau BST seperti jadwal keberangkatan, posisi bus, dan jadwal kedatangan kini sudah bisa diakses penumpang maupun calon penumpang melalui aplikasi Teman Bus yang sudah tersedia di Google Play dan Appstore.

Kemudahan ini merupakan bagian dari peningkatan layanan bus dalam program buy the service (beli layanan) yang dilakukan pemerintah terhadap angkutan massal perkotaan.

Untuk diketahui, Solo menjadi satu dari lima kota di Indonesia yang menjadi sasaran dalam program beli layanan tersebut. Melalui program ini, pemerintah membeli/mengambil alih hampir semua aspek, mulai armada, operator, hingga manajemen bisnisnya.

Sedangkan pemerintah daerah, termasuk Pemkot Solo berfokus kepada penyediaan koridor dan feeder (angkutan pengumpannya). Buy the service untuk transportasi umum ini dinamakan TemanBus, meskipun di Solo armadanya menggunakan BST.

"Kelebihan dari program ini adalah busnya bagus, biaya murah, bisa diakses dengan mudah dengan [aplikasi di] ponsel," ujar Dirjen Perhubungan Darat pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi saat peluncuran BST koridor 3 dan 4 di Pendapi Gede kompleks Balaikota Solo, Sabtu (4/7/2020).

Budi menambahkan dari aplikasi yang bisa diakses melalui ponsel itu masyarakat bisa mengetahui informasi mengenai jadwal keberangkatan BST, posisi bus, dan jadwal kedatangan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengantisipasi atau mempersiapkan banyak hal dari informasi tersebut.

Beli layanan/Teman Bus di Solo menyediakan 80 unit bus yang melayani empat koridor yang ada. Namun, sementara waktu melayani dua koridor, yakni 3 dan 4.

Koridor di Solo masing-masing Koridor 1 rute bandara Adisumarmo-Palur dengan panjang koridor 53 km dan koridor 2 rute Kerten-Palur sepanjang 27,7 km. Masih ditambah koridor 3 rute Kartasura-Tugu Cembengan sepanjang 33 km dan koridor 4 Kartasura-Palur (via Terminal Tirtonadi).

Sebelumnya, melalui program beli layanan/Teman Bus ini penumpang BST dibebaskan dari biaya/ongkos naik bus sejak Juli hingga Desember 2020. Dirjen juga mengatakan rencananya untuk mengaplikasi sistem trasportasi BTS yang didukung dengan angkutan pengumpan (feeder) di daerah lain.

"Saya lihat ini bagus, ketika BST-nya ada, feedernya sudah terbentuk. Di Solo ini akan kami contoh [untuk daerah-daerah lainnya]," imbuh Budi.

Sementara itu, Wali Kota berharap melalui beli layanan ini transportasi massal di Solo terus berkembang sebagai upaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

"Harapannya, masyarakat semakin banyak yang pakai transportasi umum yang sudah nyaman ini sehingga penggunaan kendaraan pribadi terus berkurang. Kemacetan dan polusi juga bisa ditekan," ujarnya.

Sumber : JIBI/Solopos