Spotify Luncurkan Fitur Dengarkan Podcast Sambil Nonton Video

Ilustrasi Spotify - JIBI
22 Juli 2020 22:07 WIB Rezha Hadyan Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Spotify, platform streaming musik asal Swedia itu meluncurkan fitur video untuk siniar (podcast) yang yang memungkinkan pembuat konten membawa konten audio dan video sekaligus.

Sebagaimana dikutip The Verge pada Rabu (22/7/2020) fitur tersebut diperkenalkan lewat sejumlah siniar ternama yang sudah bisa dinikmati oleh pengguna berbayar maupun gratis melalui ponsel maupun personal computer (PC). Pengguna bisa menontol video yang diunggah oleh kreator siniar di kanal mereka masing-masing.

Untuk saat ini, hanya siniar tertentu saja yang dapat mengunggah video ke Spotify; kebanyakan podcast tidak akan dapat mengunggah rekaman video mereka sendiri. Video akan mulai secara otomatis ketika seseorang menekan pemutaran, dan mereka akan menyinkronkan dengan umpan audio.

Jadi, ketika seseorang keluar dari aplikasi atau mengunci perangkat mereka saat menonton, hanya yang audio akan dilanjutkan.

Acara awal yang meluncurkan konten video pendamping adalah Book of Basketball 2.0, Fantasy Footballers, The Misfits Podcast, H3 Podcast, The Morning Toast, Higher Learning dengan Van Lathan & Rachel Lindsay, dan The Rooster Teeth Podcast.

Perusahaan pertama kali memulai pengujian siniar video dengan dua bintang YouTube: Zane Hijazi dan Heath Hussar, pembawa acara Zane dan Heath: Unfiltered pada Mei lalu . Pada saat itu, sebuah sumber mengatakan kepada The Verge bahwa Spotify akan meluncurkan fungsionalitas siniar video secepatnya.

Fitur ini membuat Spotify bersaing dengan YouTube dalam hal konten siniar. Kreator siniar dapat mempromosikan Spotify sebagai tempat untuk tidak hanya mengunduh atau melakukan streaming acara mereka tetapi juga untuk menontonnya, membuat platform tersebut menjadi lebih populer di YouTube.

Namun, kreator siniar kemungkinan akan terus mengunggah konten mereka ke YouTube jika untuk mencari keuntungan dari iklan yang disisipkan Google. Selain itu, keuntungan dari pencarian di mesin pencari juga ikut menjadi pertimbangan. Namun yang jelas, dengan Spotify, mereka dapat menjangkau lebih banyak pendengar di tempat di mana mereka mungkin sudah mendengarkan siniar.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia