Twitter Launching Pengaturan Percakapan

Logo Twitter - Bloomberg
13 Agustus 2020 08:57 WIB Akbar Evandio Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Platform media sosial, Twitter meluncurkan pengaturan percakapan bagi semua pengguna untuk menghindari balasan yang tidak diinginkan yang mungkin saja mengganggu esensi sebuah percakapan.

“Pengaturan percakapan ini sudah dapat dinikmati oleh pengguna yang menggunakan Twitter melalui perangkat dengan sistem operasi iOS dan Android, serta twitter.com,” seperti yang dikutip JIBI/Bisnis melalui keterangan resminya, Rabu, (12/8).

BACA JUGA : Ditangkap di Sleman, Sejumlah Orang Iklankan Layanan Jasa 

Selain itu, sebelum memulai Tweet baru, pengguna bisa memilih siapa yang dapat membalas Tweet mereka dengan tiga opsi berikut:

1.      semua orang (standar Twitter, dan pengaturan default),

2.      hanya orang yang diikuti oleh pengguna, atau

3.      hanya orang yang disebutkan pengguna dalam Tweet.

Tweet dengan dua pengaturan terakhir akan diberi label, dan ikon untuk membalas Tweet akan berwarna abu-abu bagi orang yang tidak dapat membalas. Orang yang tidak dapat membalas masih dapat melihat, Retweet, Retweet dengan Komentar, berbagi, dan menyukai Tweet tersebut.

Sejak Twitter melakukan uji coba pengaturan percakapan ini pada bulan Mei 2020, pengaturan ini mencegah rata-rata tiga orang yang berpotensi membalas Tweet dengan konten kasar, dan juga hanya menambah satu Retweet dengan Komentar yang berpotensi memiliki konten kasar.

Twitter juga tidak melihat adanya peningkatan pada jumlah pengiriman Direct Message yang tidak diinginkan oleh penerima pesan.

BACA JUGA : Warga Kulonprogo Diduga Merekrut Anak di DIY Jadi PSK 

Orang yang mengalami tindak kekerasan di Twitter merasa pengaturan ini membantu pengguna yang melaporkan adanya tindak kekerasan terhadap mereka akan 3 kali lipat cenderung menggunakan pengaturan ini.

“Pengaturan ini menjadi metode baru untuk meredam balasan yang mengganggu 60% pengguna yang menggunakan pengaturan ini saat masa uji coba tidak menggunakan fitur Bisukan atau Blok,” tulisnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia