Ini Rekomendasi Ponsel yang Cocok untuk Belajar Jarak Jauh

Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama tahun ajaran baru 2020-2021 di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (13/7/2020). ANTARA FOTO - Feny Selly
18 Agustus 2020 05:17 WIB Akbar Evandio Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Proses pembelajaran jarak jauh membutuhkan perangkat elektronik di antaranya ponsel pintar (smartphone). Ponsel pintar atau smartphone untuk kelas entry level (pemula) dapat menjadi solusi untuk kebutuhan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pasalnya, masih ada siswa yang kesulitan melakukannya karena tidak memiliki ponsel.

“Tidak dipungkiri ponsel pintar pemula sangat diminati saat ini. Dengan harga antara Rp1-2,5 juta. Agaknya, ini didorong dengan kebijakan bekerja dan sekolah dari rumah,” ujar PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto, Senin (17/8/2020).

Baca juga: Bisa Pesan secara Online, Begini Cara Tukar Uang Baru Rp75.000

Dia pun melihat bahwa saat ini, masyarakat didorong untuk konversi ke era daring dimana mereka membutuhkan perangkat yang mumpuni terutama untuk kegiatan daring.

“Gawai yang mempengaruhi mulai dari besaran kapasitas baterai, besar layar dan kualitas kamera depan. Di Seri A mencatatkan penjualan berkisar 10—20 persen dan juga Reno series hingga 25 persen yang semakin baik dengan kenaikan angka persentase dari penjualan perangkat OPPO,” ujarnya.

Sementara itu, Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse mengungkapkan bahwa perusahaan bisa menawarkan kualitas dan spesifikasi yang lebih tinggi, dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga: Ada Bioskop Drive In di Semarang, Bisa Nonton Film dari Dalam Mobil di Lapangan. Segini Biayanya...

“Dengan begitu, kami yakin produk kami merupakan pilihan terbaik untuk pengguna,” ujarnya.

Dia pun menceritakan bahwa saat itu harga Redmi 7A di Rp1,199 juta dan Redmi 8A di Rp1,399 juta.

“Kemudian saya bertanya, kenapa tidak menambah Rp200.000 untuk mendapatkan yang terbaru, namun memang hal tersebut di luar budget mereka [target pasar]. Akhirnya saat itu saya dan kolega saya memutuskan untuk memberikan subsidi masing-masing agar mereka dapat memberi Redmi 8A,” ujarnya.

Melalui pengalaman tersebut, Alvin mengungkapkan bahwa bagi target pasar produknya, rasio harga berbanding spesifikasi menjadi suatu hal yang krusial dan sangat penting.

“Jadi memposisikan harga untuk seri ini adalah keputusan yang berat, di mana saya harus mengorbankan beberapa fitur, salah satunya USB Type C,” terangnya.

Wakil Direktur Utama Erajaya Group, Hasan Aula melihat konsumen memiliki kebutuhan ponsel pintar yang variatif. Produk-produk dengan basic hygiene factors --seperti ukuran layar, kecepatan prosesor, kapasitas memori, daya tahan baterai-- yang baik akan dipertimbangkan pelanggan dalam memilih perangkat untuk menunjang kegiatan bekerja atau belajar di rumah.

“Produk-produk seperti ini kami sediakan di berbagai level harga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan budget yang beragam pula,” jelasnya.

Sumber : Bisnis.com