Internet Explorer Tak Ada Lagi Tahun Depan, Ini Penggantinya

Logo Internet Explorer - microsoft.com
20 Agustus 2020 23:47 WIB Rio Sandy Pradana Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Microsoft telah mempersiapkan migrasi bagi pengguna Internet Explorer 11 ke peramban terbarunya, yakni Microsoft Edge.

Dilansir dari laman The Verge, Kamis (20/8/2020), Internet Explorer 11 saat ini masih banyak digunakan oleh pengguna yang sebagian besar adalah korporasi. Oleh karena itu, Microsoft memerlukan waktu untuk menghentikan dukungannya terhadap peramban tersebut sepenuhnya.

Microsoft telah menyiapkan mode khusus yang mirip dengan Internet Explorer pada peramban tersebut. Kemudian melalui peramban tersebut pengguna juga diizinkan mengakses situs lama yang dirancang khusus untuk Internet Explorer.

Tidak hanya Internet Explorer 11, Microsoft juga menyatakan akan menghentikan dukungannya terhadap versi lama dari Edge mulai 9 Maret 2021. Setelah tanggal dukungan berakhir, versi lama dari peramban tersebut tidak lagi menerima pembaruan, baik fitur maupun keamanan.

Microsoft juga menyatakan akan menyertakan Microsoft Edge terbaru yang diberi nama Edge Chromium ke perangkat terbaru dan pembaruan fitur Windows di masa depan.

Seperti diketahui, Microsoft akan menghentikan dukungan untuk peramban Internet Explorer 11 di seluruh aplikasi dan layanan Microsoft 365 tahun depan. Internet Explorer 11 tidak lagi didukung oleh layanan daring Microsoft seperti Office 365, OneDrive, Outlook, dan lainnya mulai tahun depan, tepatnya 17 Agustus 2021.

Upaya Microsoft untuk mematikan Internet Explorer sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak peluncuran Microsoft Edge pada 29 Juli 2015. Setelah diluncurkan peramban yang awalnya dikembangkan di bawah nama kode Project Spartan itu langsung dijadikan sebagai peramban bawaan dari Windows 10.

Microsoft Edge, awalnya dikembangkan di bawah nama kode Project Spartan, adalah peramban yang dikembangkan oleh Microsoft dan termasuk dalam sistem operasi Windows. Resmi dirilis pada 29 Juli 2015, peramban ini menggantikan Internet Explorer sebagai peramban baku pada Windows 10.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia