Investasi di Gojek, Bisnis Digital Telkomsel Diperkirakan Makin Perkasa

Petugas Telkomsel melakukan pemantauan kapasitas jaringan di salah satu daerah di Sumsel. - Istimewa
10 Oktober 2020 16:47 WIB Puput Ady Sukarno Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Rencana Telkomsel berinvestasi di Gojek dinilai sebagai solusi mempercepat penguatan bisnis digital yang menjadi fokus anak usaha PT Telkom tersebut.

Piter Abdullah, Direktur Eksekutif Core Indonesia, mengatakan dengan dukungan Gojek yang memiliki basis data customer yang lebih solid, Telkomsel akan lebih mudah untuk mengoptimalkan kekuatan infrastrukturnya.

"Penguatan bisnis Digital sudah menjadi kebutuhan bagi perusahaan telko seperti halnya Telkomsel. Sementara Gojek yang memiliki ekosistem pasar yang besar dan matang bisa menjadi sumber pendapatan baru yang dibutuhkan oleh Telkomsel," ujarnya, Jumat (9/10/2020).

Piter menambahkan, sinergi dengan Gojek akan mendorong trafik penggunaan data di Telkomsel yang terus meningkat. Disinilah kemampuan Telkomsel untuk mengoptimalkan potensi pasar di Gojek bakal menjadi kunci dari keberhasilan dari sinergi itu.

Selain itu, lanjut Piter, sebagai anak perusahaan BUMN, Telkomsel juga dapat ikut membantu percepatan digitalisasi ratusan ribu UMKM yang selama ini menggantungkan usahanya lewat ekosistem Gojek.

"Pandemi Covid-19 telah mendorong terjadinya banyak perubahan perilaku berbisnis. Transaksi daring semakin meningkat dan ini bisa dioptimalkan oleh Telkomsel," lanjutnya.

Saat ini Gojek merupakan aplikasi on demand dengan jumlah pengguna aktif terbanyak di Indonesia. Data menunjukkan bahwa 1 dari 2 orang Indonesia memiliki aplikasi Gojek.

Disamping itu, volume transaksi harian di Gojek juga sangat besar. Dengan 177 juta pengguna, Gojek menjadi rumah bagi 500.000 UMKM dan hampir 2 juta driver.

Ekosistem bisnis Gojek telah mendapat peringkat satu user experience sebagai aplikasi paling ramah bagi pengguna. Selain itu, dalam hal pengalaman pelanggan, startup ini menempati posisi terbaik kedua.

Penilaian tersebut berasal dari hasil riset global berjudul Delivery Apps in Time of COVID-19: Global Benchmark.

Disebutkan bahwa GoFood telah mendorong protokol keamanan dan kebersihan dalam menjalankan fungsi layanan antarmakanan di tengah situasi pandemi.

Fitur ini bahkan mengungguli 46 aplikasi pengantaran belanja lainnya di 17 negara di Eropa, Amerika, Afrika, Asia, dan Australia.

"Pandemi ini adalah momentum bagi Telkomsel untuk bisa berinvestasi di startup yang bisa mendukung penguatan bisnisnya. Dan captive market itu tersedia di Gojek," imbuhnya.

Sementara itu, secara bisnis pendapatan Telkomsel sendiri sudah sangat tergantung dari segmen digital. Pada semester I 2020, bisnis digital Telkomsel justru tumbuh 13,5 persen daripada semester I/2019.

Pendapatan bisnis digital naik dari Rp28,1 triliun menjadi Rp31,9 triliun. Pendapatan broadband meningkat 14 persen dan layanan digital naik 10 persen.

"Bisnis digital Telkomsel membuat kontribusinya terhadap pendapatan Telkom menjadi 72,4 persen dari 62,2 persen tahun lalu," ujar Direktur Keuangan Telkom Heri Supriadi dalam Public Expose Live 2020, Kamis (27/8).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia