Jelang Pilpres AS, Twitter Perbarui Fitur untuk Tangkal Hoaks

Ilustrasi orang sedang memegang ponselnya dengan latar belakang logo Twitter. - Reuters/Kacper Pempel
10 Oktober 2020 18:17 WIB Amanda Kusumawardhani Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTATwitter Inc. mengumumkan beberapa perubahan fitur untuk mempersulit pengguna menyebarluaskan informasi keliru menjelang Pemilihan Presiden Amerikas Serikat (Pilpres AS) November mendatang.

Beberapa perubahan termasuk melibatkan fitur retweet yang memungkinkan pengguna menyebarluaskan status akun lain ke pengikutnya.

Dalam perubahan terbaru, jika pengguna ingin melakukan retweet status yang sudah dilabeli sebagai berita palsu , Twitter akan menampilkan label yang bakal mengarahkan pengguna lain ke informasi yang kredibel mengenai topik itu.

Twitter juga akan memberikan label peringatan terhadap informasi yang dikategorikan palsu dan memaksa pengguna untuk melihat status sebenarnya.

Fitur lainnya, Twiiter bakal memaksa pengguna menyematkan komentarnya sebelum melakukan retweet, alih-alih hanya menyebarkan informasi melalui retweet saja.

“Meskipun perubahan-perubahan ini akan membuat upaya pengguna melakukan retweet menjadi lebih lama dari biasanya, kami berharap cara ini mendorong pengguna untuk memikirkan kembali status yang akan disebarluaskan serta menambahkan perspektif mereka ada status tersebut,” kata perusahaan asal San Fransisco, dilansir dari Bloomberg, Sabtu (10/10/2020).

Berbeda dengan Facebook, Twitter tidak memiliki kebijakan operasi pengecekan fakta yang massif dan hanya melakukan verifikasi status dalam kategori terbatas, termasuk mengenai pemilihan presiden dan misinformasi terkait Covid-19.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia