Sampah Luar Angkasa Rusia dan China Berisiko Bertabrakan

Ilustrasi satelit Jason-3 - NASA
17 Oktober 2020 21:47 WIB Ika Fatma Ramadhansari Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sampah ruang angkasa yang dibuang oleh Rusia dan China berisiko sangat tinggi bertabrakan. Pengamat khawatir puing-puing ini menyebar ke seluruh atmosfer Bumi.

Menurut laporan Express.co.uk pada Jumat (16/10/2020), perusahaan pelacak satelit LeoLabs membunyikan alarm setelah mereka menemukan satelit Rusia yang mati dan roket China yang dibuang memiliki peluang 10% untuk bertabrakan esok pagi.

Jalur yang diprediksi dari risiko tabrakan dua benda mati adalah Antartika.

Tabrakan bisa menyebabkan bencana untuk eksplorasi ruang angkasa di masa depan, karena menciptakan puing awan besat di atmosfer.

Sebelumnya para ahli telah memperingatkan terlalu banyak satelit mati di orbit bumi.

Data LeoLabs menunjukkan kemungkinan besar satelit akan bertabrakan pada jarak 8 hingga 43 meter pada 01.56 pagi BST atau sama dengan 07.56 WIB.

Pada Rabu LeoLabs juga mengatakan bahwa estimasi jarak terlewat untuk objek bisa jadi hanya 12 meter, karena tidak memungkinkan untuk menghitung faktor yang mempengaruhi jalur penerbangan benda tersebut dan kemungkinan tabrakan dapat berubah secara drastis.

"Angka ini belum berubah secara substansial dan tetap pada kejadian risiko tinggi," ungkap Mary Devincenzo, juru bicara LeoLabs.

Saat ini ilmuwan memperkirakan ada sekitar 170 juta keping sampah luar angkasa yang masih mengorbit, dengan hanya 22.000 yang terlacak oleh para ahli.

Pada bulan September pemerintah Inggris memberi tujuh perusahaan lebih dari satu juta euro setara 17, 27 miliar rupiah untuk menangani puing-puing ruang angkasa.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia