Facebook & Instagram Tolak 2,2 Juta Permintaan Iklan yang Halangi Pilpres AS

Kantor Facebook. - fb.com
20 Oktober 2020 03:27 WIB Rezha Hadyan Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Facebook Inc. menolak 2,2 juta permintaan iklan di dua platform media sosialnya, yakni Facebook dan Instagram, lantaran berupaya menghalangi pemungutan suara dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Mengutip Agence France-Presse pada Senin (19/10/2020), Wakil Presiden Facebook untuk Urusan Global Nick Clegg menyatakan bahwa pihaknya juga telah menarik 120.000 unggahan dan memberi peringatan pada 150 juta unggahan karena alasan yang sama.

Clegg membuat pernyataan itu dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis Journal du Dimanche. Dia mengatakan Facebook telah menggunakan kecerdasan buatan yang memungkinkan untuk menghapus miliaran posting dan akun palsu, bahkan sebelum mereka dilaporkan oleh pengguna dan mencatat bahwa perusahaan telah bermitra dengan 70 media, termasuk lima di Prancis, untuk memverifikasi informasi.

Facebook memperkenalkan program pengecekan fakta itu setelah pemilu 2016, dan menambahkannya ke Instagram tahun lalu. Sejak saat itu, program tersebut telah berkembang untuk memasukkan grup Facebook, di mana informasi yang salah sering dibagikan. Program pengecekan fakta memiliki hasil yang beragam, namun, dengan mitra awal Snopes dan ABC meninggalkan kemitraan.

Dan sebuah laporan di Wall Street Journal minggu lalu menunjukkan seberapa jauh Facebook berusaha menenangkan kaum konservatif yang sering mengeluh tentang bias yang dirasakan dalam algoritmanya.

Menurut WSJ, Facebook merancang perubahan pada algoritma umpan beritanya pada tahun 2017 untuk mengurangi visibilitas konten dari situs berita berhaluan kiri seperti Mother Jones di platformnya, dengan persetujuan CEO Mark Zuckerberg.

Facebook telah mengambil langkah lain untuk mencoba mengurangi potensi kekacauan pada 3 November dan sesudahnya. Platform tersebut akan melarang iklan yang secara keliru mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden AS, atau iklan yang mengklaim penipuan pemilih yang merajalela dapat mengubah hasil pemilihan.

Facebook juga akan menolak iklan dari Donald Trump atau Joe Biden jika salah satu dari mereka mencoba untuk mengklaim kemenangan sebelum waktunya. Dan itu melarang iklan politik baru seminggu sebelum pemilihan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia