Pandemi Covid-19 Picu Kreativitas Konten Medsos

Ilustrasi - Freepik
07 November 2020 11:17 WIB Gigih M Hanafi Tekno Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tren masyarakat dalam mengonsumsi media sosial turut berubah selama masa pandemi Covid-19. Penggunaan media sosial untuk menonton live video meningkat hingga 70%. Perubahan ini mendorong kreativitas pembuatan konten medsos.

Product Marketing Manager Samsung Indonesia, Jenny Chua, mengatakan, dalam sebuah survei, golongan masyarakat yang menggunakan medsos untuk mencari informasi meningkat menjadi 78%. Adapun kelompok yang menggunakan medsos untuk konsumsi video streaming meningkat 76%.

"Sementara yang menggunakan media sosial untuk menonton live video meningkat sebanyak 70 persen,” katanya dalam Galaxy Creator Workshop (GCW) dengan tema Be A Creator, Be Awesome You, Rabu (4/11/2020).

Merujuk hasil survei tersebut, banyak orang kemudian mengasah kreativitas lewat konten yang mereka buat. Ia menyebutnya sebagai golden moment bagi masyarakat untuk membuat sebuah konten. Tidak seperti dulu, katanya, saat ini membuat konten tidak memerlukan banyak equipment berat.

“Terpenting adalah kreativitas dan kemasan dari konten tersebut. Terlebih apabila konten tersebut berupa video, yang dinilai cukup banyak mendatangkan engagement dari masyarakat,” katanya.

Tren ini diakui oleh Business Solutions Consultant Socialbakers Gabriel Tay. Menurutnya, konten berupa video banyak mendatangkan engagement penonton di Instagram dan Facebook. "Meski begitu, takaran antara Instagram dan Facebook cukup berbeda. Dari segi jumlah pemakai, Facebook lebih unggul. Namun, dari segi interaksi, Instagram lebih besar cakupannya," jelasnya.

Selain itu, untuk menentukan konten yang akan diunggah, masyarakat juga harus tahu media yang mereka gunakan. Tidak semua media cocok untuk jenis konten tertentu. Gabriel mencontohkan, konten atau produk fashion lebih banyak mendapat perhatian di Instagram. Adapun e-commerce secara umum lebih menguntungkan di Facebook.

"Sementara itu, jenis video, media, dan durasi konten pun memengaruhi penempatannya. Di Facebook, video jenis live lebih mendapat engagement. Di Instagram, foto estetik lebih mendapat perhatian. Sementara untuk video panjang, lebih baik diunggah di Youtube," ungkapnya.

Dalam workshop secara daring yang diikuti puluhan jurnalis tersebut, Samsung menawarkan Galaxy A51 dan Galaxy A71. Dua smartphone unggulan yang masuk dalam Galaxy Series dilengkapi dengan fitur canggih. Samsung Galaxy A51 misalnya, datang dengan empat kamera belakang. Keempat kamera tersebut terdiri dari kamera makro 5 MP, kamera ultra-wide 12 MP, kamera depth sensor, dan kamera utama 48 MP Quad Bayer.

"Hal yang menarik, tentu saja kehadiran kamera makro  5 MP, mengingat biasanya kamera makro hanya 2 MP. Galaxy user yang memang ingin menjadi content creator bisa memanfaatkan makro lens dan ultrawide yang dibenamkan pada kamera dua smartphone itu," ungkapnya.