Google Photos Akan Batasi Layanan Penyimpanan

Logo Google di luar kantor perusahaan teknologi tersebut di Beijing, China, Rabu (8/8). - Reuters/Thomas Peter
12 November 2020 21:07 WIB Rezha Hadyan Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Mulai tahun depan, Google Photos akan membatasi kapasitas penyimpanan di layanan foto.

Melansir GSM Arena pada Kamis (12/11/2020), seluruh foto maupun video yang diunggah ke Google Photos mulai 1 Juni 2021 akan dihitung sebagai file yang diunggah ke penyimpanan default Google. Seperti diketahui, kapasitas penyimpanan default yang diberikan kepada setiap pemilik akun Google tak lebih dari 15GB.

Sebelumnya, hanya gambar yang diunggah dalam preset kualitas 'Original' yang tidak dikompresi yang akan dihitung dalam ruang penyimpanan, sementara foto yang diunggah dalam preset kualitas 'High' yang dikompresi akan gratis.

Perubahan ini berlaku untuk semua pengguna Google Photos di semua platform, termasuk Android, iOS dan desktop.

Walaupun demikian, pengguna tak perlu khawatir dengan foto atau video yang sudah mereka unggah ke Google Photos. Karena semua gambar yang diunggah sebelum 1 Juni 2021 tidak akan dihitung.

Perubahan ini hanya berlaku untuk foto atau video yang diunggah setelah tanggal tersebut.

Selain itu, Google juga tidak mengharuskan pengguna untuk membayar agar tetap bisa menggunakan layanan Google Photos mulai 1 Juni 2021.

Apabila ruang penyimpanan default sebesar 15GB di akun mereka belum penuh, pengguna dapat terus mengunggah sampai terisi penuh.

Setelah penuh, pengguna akan memiliki opsi untuk berlangganan salah satu paket Google One jika berencana untuk terus mengupload.

Namun, jika tidak aktif dalam layanan selama lebih dari dua tahun atau melebihi batas penyimpanan selama lebih dari dua tahun, Google dapat menghapus konten pengguna di berbagai layanan.

Bagi pengguna yang memiliki ponsel Pixel, mereka akan terus menerima backup gratis dan tidak terbatas untuk foto dan video selama periode yang ditentukan.

Pada Juni 2021, Google dikabarkan akan menawarkan alat yang memungkinkan pengguna mengelola foto dan video yang dicadangkan dan memilih apa yang ingin disimpan dan apa yang ingin dihapus.

Alat tersebut akan secara otomatis menyorot konten, seperti foto gelap atau buram atau video besar yang mungkin tidak ingin disimpan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia