Kapal Selam China Capai Tempat Terdalam di Bumi

Kapal selam Fendouzhe - JIBI/Bisnis.com
01 Desember 2020 17:27 WIB Desyinta Nuraini Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kapal selam China, Fendouzhe, mencapai salah satu tempat terdalam di Bumi. Fendouzhe menyelam di kedalaman 35.791 kaki (10.909 meter) dari permukaan laut.

Selama ekspedisi berbulan-bulan, Fendouzhe menyelesaikan 13 penyelaman ke Palung Mariana di Samudra Pasifik barat. Misi ini dimulai pada 10 Oktober 2020 dan kembali pada 28 November kemarin. 

Delapan dari penyelaman itu melebihi 32.808 kaki (10.000 m), dan kapal selam berawak mencapai rekor kedalamannya sendiri pada 10 November atau terjun ke kedalaman melebihi ketinggian Gunung Everest. 

Sejauh ini, menurut Guinness World Recordsrekor dunia kedalaman masih dipegang oleh Victor Vescovo, seorang investor ekuitas swasta yang menyelam hingga 35.873 kaki (10.934 m) pada 26 Juni dengan kapalnya Limiting Factor. 

Sementara kedalaman maksimum Fendouzhe melebihi penyelaman solo sutradara James Cameron pada 2012 di kedalaman 35.787 kaki (10.908 m) di parit, dan kurang dari 35.800 kaki (10.912 m) yang dicapai oleh Swiss dengan Kapal Italia-Amerika Trieste pada 23 Januari 1960.

Menurut China Daily, kapal dan nahkoda Fendouzhe menghabiskan waktu mereka di kapal penelitian Tansuo-1 di antara penyelaman, dan mereka mengatasi kesulitan seperti topan, hujan, dan suhu tinggi.

Mencapai dasar Palung Mariana merupakan kebanggaan nasional bagi China, yang telah mencurahkan sumber dayanya untuk penyelaman berawak ultradeep selama lebih dari satu dekade ini. 

Seperti yang disoroti China Daily, kapal selam laut dalam Tiongkok pertama, Jiaolong, mencapai ketinggian 12.332 kaki (3.759 m) pada 2010, menempatkan negara tersebut di klub yang hanya terdiri dari segelintir negara (termasuk Amerika Serikat, Prancis, Rusia, dan Jepang) dengan kapal yang mampu melakukan penyelaman sub-11.483 kaki (3.500 m) berawak. 

Untuk menandai pencapaian tersebut, seorang pendarat video laut dalam bergabung dengan Fendouzhe dalam penyelaman ini. Menurut China Daily, para peneliti mengumpulkan sampel sedimen, batuan dan biologi dari dasar parit.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia