Aplikasi Ini Bisa Memprediksi Skenario Penyebaran Virus Corona

Ilustrasi - Freepik
02 Desember 2020 23:07 WIB Syaiful Millah Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sebuah aplikasi baru dibuat untuk menunjukkan kepada masyarakat tentang kemungkinan mereka akan tertular virus Corona jika seseorang di rumah, kantor, atau sekolah menderita Covid-19.

Dilansir dari Metro UK, Rabu (2/12/2020) masyarakat dapat menggunakan alat yang dirancang oleh Massachusetts Institute of Technology, yang menemukan bahwa perilaku manusia memiliki dampak terbesar pada kemungkinan penyebaran virus.

Orang yang memakai masker wajah berkualitas tinggi dengan benar memiliki pengaruh paling besar dalam mengubah jumlah waktu yang dapat dihabiskan orang di ruangan bersama-sama dengan lebih aman.

Di ruang kelas berventilasi alami dengan 19 siswa dan 1 guru dengan tidak ada yang mengenakan masker, peneliti memperkirakan akan memakan waktu sekitar 2,3 jam sebelum penularan virus corona pertama terjadi.

Sementara di ruang kelas yang berventilasi mekanis akan memakan waktu 18 jam. Melalui peningkatan ventilasi dan penggunaan masker yang tepat, batas waktu ini dapat diperpanjang hingga beberapa minggu, sehingga melebihi waktu pemulihan Covid-19.

Orang dapat mengubah skenario ruangan, ventilasi udara, dan masker apa yang dipakai menggunakan alat yang dikembangkan tersebut. Tapi teknologi ini hanya menghitung risiko satu orang yang terinfeksi di dalam ruangan.

Alat itu nantinya akan memberi tahu masyarakat seberapa aman tinggal di suatu tempat sebelum mereka berisiko terinfeksi virus corona. Pengguna juga dapat membuat skenario musim perayaan di rumah mereka dan melihat situasi yang paling berbahaya.

Di kamar standar - dengan langit-langit 2,5 meter dan dinding 4,5 meter serta jendela tertutup – 10 anak muda yang mengenakan masker bedah dapat mengobrol dengan aman di dalam ruangan selama sekitar 2 jam.

Tetapi untuk sebuah keluarga beranggotakan 10 orang dengan beberapa anggota lansia di kamar yang sama, tanpa ada yang mengenakan masker saat makan, batas waktu secara dramatis dipangkas menjadi hanya 3 menit.

Perhitungan yang digunakan untuk membuat hasil ini telah dipublikasikan di server pra-cetak medRxiv. Pengembang aplikasi mengharapkan ini dapat memberikan panduan yang lebih bernuansa daripada pedoman saat ini hanya tentang jarak sosial.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia