Google dan Apple Larang Pemanfaataan Teknologi Pelacak Lokasi Data Pengguna

Aplikasi Muslim Pro diduga menjual data pribadi penggunanya kepada Militer Amerika Serikat. - Bisnis - Feni Freycinetia
13 Desember 2020 10:47 WIB Amanda Kusumawardhani Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Mungkin anda belum pernah mendengar perusahaan yang bernama X-Mode Social, tetapi bisa saja kodenya ada dalam aplikasi ponsel pintar anda, melacak dan menjual lokasi data. Kini, Google dan Apple tengah mencegah hal tersebut. Dilansir the verge, Minggu (13/12/2020), artikel Wall Street menyatakan pengembang diminta membuang kode X-Mode dari aplikasi aplikasi mereka atau berisiko dikeluarkan dari appstore.

X-Mode bekerja dengan memberikan pengembang sebuah kode di dalam aplikasi, atau yang disebut dengan SDK. Teknologi ini akan melacak lokasi pengguna dan mengirimkan data itu ke X-Mode yang kemudian dijual.

Sebagai timbal balik, X-Mode akan membayar pengembang sejumlah uang berdasarkan berapa banyak jumlah pengguna di aplikasi tersebut. Bedasarkan website perusahaan, teknologi tersebut ada di lebih dari 400 aplikasi, termasuk di dalamnya aplikasi bagi pengguna muslim misalnya aplikasi untuk mengingatkan sholat dan aplikasi jodoh muslim.

BACA JUGA : Ini Kecanggihan iPhone 12 dan Kisaran Harganya

Apple memberikan pengembang dua minggu untuk membuang teknologi SDK tersebut, sedangkan Google hanya memberikan waktu satu minggu dengan kemungkinan untuk mendaftar perpanjangan hingga 30 hari.

Tetapi model pelacakan data dan penjualan data bukanlah sebuah hal baru. Tetapi yang membuat X-Mode harus diwaspadai karena perusahaan tersebut menjual data ke militer Amerika Serikat.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia