Efek Pandemi, Ekonomi Digital Indonesia Diproyeksi Bisa Terkerek hingga US$200 Miliar

Ilustrasi transformasi digital - Flickr
31 Desember 2020 08:17 WIB Akbar Evandio Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi memprediksi pandemi Covid-19 membuat potensi ekonomi digital bisa lebih besar daripada US$124 miliar pada 2025.

“Proyeksi baru yang kami lakukan, bisa mencapai US$200 miliar pada 2025. Pandemi yang membuat potensi peningkatan ekonomi digital sebenarnya terlihat,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (30/12/2020).

Lebih lanjut, dia memerinci bahwa pengguna ponsel pada 2025 bisa mencapai angka 450 juta, hal ini karena rata-rata satu orang Indonesia akan memiliki dua ponsel. Adapun penetrasi pengguna internet akan menjadi 250 juta. Hal ini karena sejak kecil, kebutuhan sekolah SD sudah terhubung semua ke internet.

Namun, dia memberi catatan, semua proyeksi itu bakal tercapai asalkan transformasi digital yang dicanangkan pemerintah dapat diselesaikan secara menyeluruh ke semua sektor. Khususnya percepatan infrastruktur broadband, di mana 12.500 desa masih terkendala internet cepat.

“Diharapkan kita bisa menyediakan 100 Mbps di seluruh penjuru nusantara hingga akhir 2023. Masyarakat juga dilibatkan dalam transformasi digital. SDM Indonesia harus menjadi SDM unggul dengan edukasi perkembangan terkini teknologi digital dan akselerasi industri 4.0,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa masyarakat harus diberdayakan bukan hanya menjadi objek tapi juga subjek ekonomi digital dengan pengembangan ekonomi kreatif, menghasilkan produk rumahan, UMKM dan dari desa yang harus terus didorong.

Heru menekankan bahwa pada 2021 untuk mengembangkan ekonomi digital di Tanah Air, tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. “Konsep pentahelix harus dikedepankan. Kerja besar ini harus melibatkan semua komponen bangsa, baik dari kalangan industri, pemerintah, masyarakat, akademisi dan media,” kata Heru.

Sumber : Bisnis.com