Ini Tanggapan WhatsApp Soal Kebijakan Privasi Barunya

Ikon Rooms juga ada di menu panggilan (call), yang kemudian akan mengarahkan pengguna ke Messenger untuk membuat Rooms. - JIBI/Bisnis.com
13 Januari 2021 23:27 WIB Akbar Evandio Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — WhatsApp angkat suara mengenai kebijakan privasi dan persyaratan layanan menanggapi berita dan pertanyaan-pertanyaan yang timbul belakangan ini.

WhatsApp menegaskan bahwa kebijakan privasi yang ramai belakangan ini tidak memengaruhi chat atau percakapan antarakun maupun grup pribadi para pengguna.

“Seluruh chat pengguna masih dilindungi enkripsi end-to-end, yang artinya siapa pun—termasuk WhatsApp dan Facebook—tidak dapat membaca isi pesan pengguna,” demikian pernyataan WhatsApp melalui surat elektronik, Rabu (13/1/2021).

Whatsapp menjelaskan bahwa pembaruan kebijakan privasi ini hanya berlaku untuk percakapan dengan akun bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp.

“Kami ingin pengguna lebih jelas bahwa akun bisnis tersebut kini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk chat melalui WhatsApp. Artinya, percakapan dengan bisnis tersebut dapat disimpan di server Facebook,” ujarnya.

Dia melanjutkan bahwa jika pengguna berbicara dengan bisnis yang memilih metode penyimpanan di luar WhatsApp, mereka akan menampilkan notifikasi di percakapan tersebut.

“Pengguna kemudian berhak dan bebas memilih apakah mereka mau berinteraksi dengan bisnis tersebut atau tidak,” lanjutnya.

WhatsApp pun menegaskan bahwa percakapan dengan akun bisnis yang menggunakan aplikasi gratis WhatsApp Business, maupun yang menggunakan WhatsApp Business API tetap menggunakan layanan hosting mereka yang masih terlindungi enkripsi end-to-end seperti biasa.

Seperti dikutip melalui The Verge, WhatsApp memperkenalkan persyaratan layanan yang diperbarui pada 2021. Jika pengguna ingin terus menggunakan aplikasi tersebut, mereka harus menyetujui perubahannya.

Perubahan tersebut terkait dengan cara WhatsApp dan Facebook memproses data pengguna. Kebijakan baru Whatsapp akan mulai berlaku pada 8 Februari 2021, tetapi pengguna akan diberi kesempatan untuk menyetujui kebijakan baru sebelum tanggal tersebut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia