Status dari Whatsapp Jadi Trending Topic, Warganet: Berarti Whatsapp Nyimpen Nomorku

Ilustrasi. - Freepik
29 Januari 2021 12:47 WIB Nina Atmasari Tekno Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sebuah gebrakan baru dikeluarkan aplikasi perpesanan WhatsApp. Aplikasi milik Facebook ini membagikan informasi terkait pembaruan dan fitur baru, melalui Status yang muncul dalam menu Status di aplikasi Whatsapp.

Jadi, setiap pengguna whatsapp bisa melihat pesan ini dari aplikasi mereka masing-masing.

Status pertama dari Whatsapp muncul pada Jumat (29/1/2021) dan langsung membuat heboh. Status ini pun menjadi pembicaraan warganet pengguna media sosial, termasuk Twitter.

Bahkan tagar #WhatsApp menduduki trending topic Twitter Indonesia dengan jumlah cuitan sebanyak lebih dari 24.500 tweet.

Baca juga: Heboh Whatsapp Bikin Status, Tegaskan Tidak Bisa Melihat Isi Chat Penggunanya

Lewat cuitan tersebut, beberapa warganet mengaku kaget karena menemukan Status yang dibuat oleh layanan milik Facebook tersebut.

Warganet menilai bahwa WhatsApp seolah mencoba menjelaskan kembali kedudukannya sebagai aplikasi perpesanan yang aman dan upaya untuk mempertahankan jumlah pengguna.

"#WhatsApp begitu karena ia takut ditinggal pas lagi disayang, cuma karena salah paham. Jadi ini tuh kayak bentuk 'dengerin dulu, ini penjelasan aku' gitu gaes. Jelasnya, dia masih ingin bertahan bersamamu, menemani kamu, jadi yang paling kamu sayang (lagi). Curhat dah hahaha," tulis akun @tentusajaita.

Baca juga: Google Izinkan Aplikasi Judi di 15 Negara

Warganet pun merasa bahagia bisa melihat status dari Whatsapp tersebut. Sebab selama ini, status di Whatsapp hanya bisa dilihat oleh nomor lain yang saling menyimpan nomor masing-masing. Warganet pun merasa senang karena merasa Whatsapp menyimpan nomor ponsel mereka.

"#WhatsApp auto kaget dong whatsapp bikin story, berarti dia nyimpen nomor ku dong. Aaaaaaa." tulis @WindiIma.

Namun, ada pula yang menjadi kurang nyaman dengan pengiriman status tersebut.

Seperti ditulis akun @dwi_prasetyoo. "#WhatsApp #WhatsappStatus ganggu banget. Gak bisa di sembunyikan atau diblokir. Berasa ky dimata matain kalo kek gini,".

Sebelumnya, ada empat unggahan dalam status tersebut. Status pertama, WhatsApp memberitahukan akan membagikan informasi kepada publik jika terdapat fitur baru pada aplikasinya.

"WhatsApp sekarang membagikan informasi di Status. Di sini Anda dapat mengetahui informasi dan fitur baru," tulis WhatsApp pada status pertamanya.

Di status selanjutnya WhatsApp mengumumkan bahwa aplikasi tersebut berkomitmen untuk menjaga privasi. "Satu hal yang tidak baru adalah komitmen kami terhadap privasi Anda. WhatsApp.com/privacy" ujarnya pada status selanjutnya.

Status ketiga WhatsApp menjelaskan bahwa ia tak dapat membaca atau mendengarkan percakapan pengguna.

"WhatsApp tidak dapat membaca atau mendengarkan percakapan pribadi Anda karena percakapan tersebut terenkripsi secara end-to-end. WhatsApp.com/privacy" tulisnya pada status ketiga.

Terakhir, Whatsapp menutup statusnya dengan kalimat "Nantikan informasi terbaru lainnya dari kami,".

Sebellumnya, diberitakan WhatsApp akhirnya menunda kebijakan privasi terbarunya yang memicu kontroversi. Kebijakan privasi yang seharusnya berlaku mulai 8 Februari 2020 itu ditunda setelah sukses meresahkan dan membuat pengguna layanan pesan instan itu kabur ke Telegram dan Signal.

Pernyataan resmi pada Sabtu (16/1/2021) menyebutkan bahwa pembaruan kebijakan privasi akan ditunda sampai 15 Mei 2021.

"WhatsApp mendapati banyak penggunanya yang merasa kebingungan karena pembaruan kebijakan privasi. WhatsApp juga mendapati banyak disinformasi yang beredar sehingga menimbulkan keresahan bagi para pengguna. Oleh karena itu, WhatsApp memutuskan untuk memberikan perpanjangan waktu untuk pengguna meninjau dan menerima pembaruan ini hingga tanggal 15 Mei 2021." tulis WhatsApp dalam pernyataan tersebut.

WhatsApp juga menyatakan tidak akan ada akun pengguna yang dihapus pada tanggal 8 Februari 2021. Dalam periode ini, WhatsApp juga akan terus berupaya meluruskan disinformasi yang beredar, agar penggunanya memahami dengan jelas terkait pembaruan kebijakan privasi ini.

Selain itu, disebutkan juga bahwa kebijakan privasi WhatsApp yang baru tidak memengaruhi chat atau percakapan antar akun maupun grup pribadi para pengguna kami. Pembaruan kebijakan privasi ini hanya berlaku untuk percakapan dengan akun Bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp.