59 Persen Aplikasi yang Diunduh Langsung Di-Uninstall

Iustrasi. Play Store - Istimewa
06 Februari 2021 22:27 WIB Leo Dwi Jatmiko Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – AppsFlyer, perusahaan yang bergerak di bidang atribusi dan analitik pemasaran mobile global mengungkapkan sepanjang 2020, lebih dari separuh aplikasi yang diunduh di Indonesia (59 persen) langsung di-uninstall dalam kurun waktu 30 hari pertama sejak pengunduhan.

Berdasarkan laporan The Uninstall Threat: 2020 app uninstall benchmarks yang menganalisis data 8 miliar penginstalan aplikasi selama periode Januari--November 2020, dengan cakupan 3.000 aplikasi yang memiliki sedikitnya 2.000 penginstalan non-organik dalam sebulan di wilayah Eropa, Amerika Latin, dan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

BACA JUGA : Paspor Digital Wajib Dimiliki Wisatawan di Jogja, Ini Cara

Laporan tersebut juga menyebutkan Indonesia sebagai negara yang tergolong tinggi dalam tingkat uninstall. Kategori aplikasi non gim yang memiliki tingkat uninstall paling signifikan adalah aplikasi kategori Social (64,4 persen) dan Finance (59,6 persen) untuk install organik.

Hal tersebut sejalan dengan tren uninstall yang relatif lebih tinggi di pasar berkembang lainnya seperti Brazil dan India yang mencapai 56 persen atau lebih tinggi 33 persen dari pasar negara maju seperti AS, Inggris, Jepang, Korea, Prancis dan Jerman.

President dan Managing Director AppsFlyer APAC Ronen Mense mengatakan laporan tersebut juga menyebutkan rerata anggaran marketing yang terbuang akibat tingkat uninstall secara global bernilai US$57.000 perbulan per aplikasi pada 2020 atau meningkat 70 persen dari 2019.

BACA JUGA : Facebook Tak Izinkan Pra-Instal Aplikasi di Ponsel Huawei 

“Ketika persaingan meningkat, anggaran marketing harus dipastikan tidak terbuang sia-sia. Marketer aplikasi harus mengukur tingkat uninstall mereka dan memahami kapan, kenapa dan dari sumber mana uninstaller berasal,” kata Mense dalam siaran pers yang diterima JIBI/Bisnis, Sabtu (6/2/2021).

Dia menambahkan para tenaga pemasar bisa mencegah uninstall dengan menggunakan semua kanal, mendorong retargeting untuk menjaga aplikasi mereka menjadi perhatian utama para penggunanya.

“Retargeting adalah pendekatan kunci untuk meningkatkan profitabilitas dan nilai umur sebuah aplikasi,” kata Mense.

Catatan menarik lainnya adalah tingkat uninstall di perangkat Android ternyata dua kali lebih besar dari perangkat iOS. Kesenjangan terbesar di antara platform terlihat di Indonesia, dengan perbandingan tingkat uninstall sebesar 64 persen untuk perangkat Android sementara perangkat iOS hanya 25 persen.

Hal ini disebabkan oleh kapasitas rerata ruang penyimpanan yang lebih kecil dari perangkat Android, yang banyak dimiliki oleh sebagian besar masyarakat yang hanya membutuhkan fitur mendasar dari telepon pintar mereka. Berdasarkan Indonesia’s App Marketing Report 2020 perangkat Android menguasai 90,05 persen dari pangsa pasar telepon pintar di Indonesia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia