Netizen Indonesia Dianggap Tak Beradab, Kemkominfo Bentuk Komite Etika Berinternet

Hoaks - Antara
26 Februari 2021 19:27 WIB Rezha Hadyan Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi Komunikasi dan Informatika membentuk Komite Etika Berinternet atau Net Ethics Committee (NEC) untuk mewujudkan ruang digital Indonesia bersih, sehat, beretika, produktif dan memberikan keadilan bagi masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pembentukan NEC cukup penting karena di tengah penggunaan ruang digital yang sedemikian masif ini belum sepenuhnya diikuti dengan perilaku pemanfaatan digital yang beretika.

BACA JUGA: Survei: Netizen Indonesia Paling Tidak Beradab Se-Asia Tenggara

Hal tersebut didasari oleh studi perilaku digital oleh Microsoft yang menyatakan bahwa indeks digital civility atau keberadaban di ruang digital Indonesia masih tergolong rendah.

Indeks tersebut diukur dari persepsi warganet terhadap risiko yang mungkin mereka dapatkan seperti ujaran kebencian, perundungan siber (cyber bullying), pelecehan daring, penyebaran data pribadi, dan ancaman terhadap keberadaban.

Mengutip hasil survei yang sama, Menteri Kominfo menyatakan posisi Indonesia pada peringkat ke-29 dari total 32 negara subyek studi.

"Indonesia menduduki peringkat ke-29, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan posisi bawah, di antara negara-negara Asia Pasifik lainnya," katanya dalam konferensi pers virtual pada Jumat (26/2/2021).

Johnny menilai hal itu bisa dilatari adanya penyebaran hoaks, disinformasi dan ujaran kebencian yang makin marak ditemukan di ruang digital Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

"Secara garis besar, skor ini sedikit banyak dipengaruhi oleh tingkat penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, serta kejadian bullying dan pelecehan daring yang semakin marak," tegasnya.

Lebih lanjut, Johnny menjelaskan tugas Komite Etika Berinternet salah satunya merumuskan panduan praktis terkait budaya serta etika berinternet dan bermedia sosial. Dengan adanya panduan praktis itu, Johnny mengharapkan akan dapat mendorong peningkatan literasi digital.

"Kecakapan untuk menggunakan instrumen digital dan kemampuan merespon arus informasi digital dapat ditumbuh-kembangkan secara optimal," ungkapnya.

Johnny juga menegaskan bahwa komite juga akan mendorong pelaksanaan panduan praktis terkait budaya serta etika berinternet dan bermedia sosial bersama dengan seluruh ekosistem multi-stakeholders.

"Saat ini, Kementerian Kominfo tengah menyusun kelengkapan komite tersebut untuk dapat diinformasikan kepada masyarakat dalam waktu dekat," tutupnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia