Ini Bocoran Fitur ‘Undo Send’ di Twitter

"Undo send" diketahui telah menjadi perbincangan beberapa waktu sebelumnya, di mana fitur ini dirumorkan akan diaplikasikan pada layanan Twitter berbayar setelah muncul pertama kali dalam sebuah survei pengguna pada 2020. - Twitter
06 Maret 2021 04:27 WIB Laurensia Felise Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Peneliti aplikasi Jane Manchun Wong mengungkapkan kemungkinan keluarnya fitur undo send dalam Twitter yang telah lama diperbincangkan. Jane merilis sebuah foto dengan format GIF yang menunjukkan cara kerja dari fitur tersebut.

Melansir dari The Verge, bagian antarmuka media sosial itu menunjukkan notifikasi terkirimnya suatu cuitan di atas tombol “undo” yang baru. Tampilan tombol tersebut juga menunjukkan adanya bar proses dengan durasi beberapa detik yang membuat pengguna bisa memilih apakah akan tetap mengirim cuitan atau menundanya.

Fitur tersebut serupa dengan konsep undo message pada Gmail yang menyediakan sebuah window selama beberapa detik setelah pesan terkirim.

Undo send" diketahui telah menjadi perbincangan beberapa waktu sebelumnya, di mana fitur ini dirumorkan akan diaplikasikan pada layanan Twitter berbayar setelah muncul pertama kali dalam sebuah survei pengguna pada 2020.

Fitur ini mungkin tidak dapat menggantikan tombol penyuntingan yang selama ini diharapkan banyak pengguna, tetapi setidaknya fitur “undo send” dapat membantu pengguna dalam menghentikan pengiriman suatu cuitan tertentu jika mereka merasa adanya typo atau kesalahan lainnya.

Awal tahun ini, Bloomberg melaporkan bahwa Twitter akan melakukan berbagai pembaharuan dan eksplorasi dalam layanan berbayar sebagai salah satu cara untuk mengurangi ketergantungannya pada pendapatan iklan serta sebagai bentuk inovasi dalam menghadapi persaingan dengan Facebook dan Snapchat.

Tidak hanya itu, ada pun Twitter akan mengeksplorasi cara agar pengguna bisa membayar penguna lainnya dalam sebuah konten eksklusif yang diumumkan sebagai fitur Super Follows.

Jane Manchun Wong adalah peneliti aplikasi yang mendalami seputar fitur aplikasi yang belum diumumkan atau belum dirilis. Tahun lalu, ia menjadi satu dari sedikit orang yang mengetahui inisiatif Twitter bernama Birdwatch yang membantu pengguna untuk melaporkan adanya misinformasi di sana.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia