Google Bakal Berhenti Lacak Pengguna Lewat Cookie

Ilustrasi - JIBI/Bisnis.com
11 Maret 2021 21:37 WIB Syaiful Millah Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Beberapa pengguna Internet sering mendapati pesan yang meminta untuk mengaktifkan cookie saat memasuki sebuah situs web. Hal ini tampaknya akan segera berubah.

Dilansir Gizchina, Kamis (11/3/2021), raksasa teknologi Google mengumumkan bahwa perusahaan akan berhenti melacak pengguna saat mereka berselancar di situs web. Ini telah dilakukan selama bertahun-tahun melalui apa yang disebut cookie.

Lebih lanjut, perusahaan berjanji untuk tidak merancang atau menggunakan alternatif untuk cookie setelah menghapus penggunaan cookie pihak ketiganya.

Kendati ini mungkin merupakan kabar baik bagi mereka yang peduli dan fokus terhadap isu data pribadi atau privasi, bukan berarti Google akan berhenti menggunakan informasi dari pihak pertama.

Informasi dari pihak pertama tersebut dikumpulkan langsung dari pengguna saat mereka mengunungi situs dan layanan yang dikontrol oleh Google.

Selain itu, perubahan kebijakan soal cookie tidak berarti bahwa perusahaan akan menghentikan mesin yang digunakan untuk mengidentifikasi pengunjung web dan penayangan iklan.

Untuk saat ini, penayangan iklan masih akan serupa. Google Ads akan terus ada dan perusahaan masih membutuhkan cara-cara demikian untuk menjaga ekosistemnya terus mengalir.

Sebagai informasi, Cookies awalnya diciptakan oleh programmer komputer Lou Montulli pada 1994. Istilah ini secara sederhana dapat diartikan sebagai pelacakan web.

Jika cookies tidak ada, setiap kali pengguna mengklik untuk pindah ke halaman lain, mereka akan menjadi pengguna acak tanpa cara untuk mengkaitkannya dengan tindakan yang dilakukan sebelumnya.

Cookies membuka kemungkinan bagi browser untuk benar-benar mengetahui dan mengingat penggunanya. Ini adalah alat dasar yang mempopulerkan web untuk tujuan pemasaran lebih besar.

Dalam situs web komersial, cookie membantu melahirkan dunia di mana privasi pribadi dengan mudah dapat dilanggar, dan memungkinkan iklan untuk ribuan produk muncul di beranda.

Namun, kemajuan teknologi terbaru dalam industri telah menyebabkan cookie ketinggalan zaman. Perusahaan telah menghabiskan waktu lama untuk mengumpulkan aplikasi pada perangkat seluler.

Diketahui bahwa browser Google Chrome sedang dalam jalur untuk memblokir cookie pihak ketiga. Sementara itu, Safari Apple telah memperkenalkan pemblokiran sedikit lebih awal.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia