Dibeli Pengusaha Malaysia, Tweet Perdana Pendiri Twitter Terjual Rp41,8 Miliar

Sina Estavi, kepala eksekutif perusahaan teknologi Bridge Oracle. - @sinaEstavi
23 Maret 2021 16:47 WIB Nirmala Aninda Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Tweet pertama pendiri Twitter Jack Dorsey dijual dengan harga US$2,9 juta atau setara Rp41,8 miliar kepada seorang pengusaha asal Malaysia.

Cuitan "just setting up my twttr," diunggah pada 21 Maret 2006 dan dilelang oleh Dorsey untuk amal. Dilansir melalui BBC, sang pembeli, Sina Estavi, membandingkan pembelian tersebut dengan membeli lukisan Mona Lisa.

Tweet itu dibeli menggunakan cryptocurrency eter, saingan bitcoin, dan dijual sebagai token nonfungible (NFT) pada Senin (22/3/2021) kepada Estavi, kepala eksekutif perusahaan teknologi Bridge Oracle.

Adapun, NFT adalah sertifikat digital unik yang menyatakan kememilikikan foto, video, atau bentuk media online lainnya.

Setiap NFT unik dan bertindak sebagai item kolektor yang tidak dapat diduplikasi, menjadikannya langka berdasarkan desain.

NFT menjadi sangat populer tahun ini, dengan beberapa karya seni digital yang mahal juga dijual dengan cara ini.

Dorsey mengatakan dia akan mengubah hasil penjualan menjadi bitcoin dan kemudian menyumbangkannya ke dana Give Directly's Africa Response.

"Ini bukan hanya sekadar tweet!" tulis Estavi melalui akun Twitternya. "Saya pikir beberapa tahun dari sekarang orang akan menyadari nilai sebenarnya dari tweet ini, seperti lukisan Mona Lisa."

Tweet singkat Dorsey itu dijual melalui lelang di platform online bernama Valuables, yang dimiliki oleh perusahaan Cent yang berbasis di AS.

Di bawah aturan platform, Dorsey menerima 95 persen dari hasil penjualan utama, sementara Cent menerima 5 persen.

Namun postingan tersebut akan tetap tersedia untuk umum di Twitter, bahkan setelah dilelang. Dalam beberapa menit, tawaran lelang mencapai lebih dari US$88.000.

Sebagai pembeli, Estavi akan menerima sertifikat, ditandatangani secara digital dan diverifikasi oleh Dorsey, serta metadata dari tweet asli. Data tersebut akan mencakup informasi seperti waktu tweet itu diposting dan konten teksnya.

Pakar media sosial memperkirakan penjualan tweet dan posting daring lainnya akan menjadi lebih populer.

"Kita hidup di zaman ketika selebriti, musisi, dan influencer memiliki lebih dari sekadar penggemar, mereka memiliki penggemar fanatik, dan mereka ingin memiliki sebagian dari bintang favorit mereka," kata Cathy Hackl, pendiri konsultan teknologi Futures Intelligence Group.

Seperti halnya orang membeli memorabilia fisik, fans akan membeli tweet, postingan, dan foto karena ingin dekat dengan bintang idola.

Awal bulan ini, lelang khusus seni digital pertama diadakan oleh rumah lelang Christie dan meraup US$69 juta untuk artis Beeple.

Beeple - nama asli Mike Winkelmann - menciptakan karya seni digital baru setiap hari, dan karyanya "Everydays: the First 5000 Days" berhasil terjual.

"Ini adalah momentum yang menentukan dan bukti konsep seni digital, yang selama ini dirundung oleh pertanyaan tentang nilai komersial, keaslian, kepemilikan, dan kelangkaan," kata Rob Anders, bos platform seni digital Niio yang berbasis di Israel.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia