Jokowi: Kemudahan Teknologi Bisa Digunakan Penyebaran Ideologi Radikal

Presiden Joko Widodo memberikan amanat saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/BPMI Setpres - Handout
01 Juni 2021 16:57 WIB Akbar Evandio Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menilai kemudahan komunikasi melalui konektivitas 5G perlu turut dicermati sebab dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan ideologi transnasional radikal.

“Kemudahan teknologi bisa digunakan oleh ideologi-ideologi transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, ke seluruh usia, bahkan tidak mengenal lokasi dan waktu,” ujarnya dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung virtual dari Gedung Pancasila, Selasa (1/6/2021).

BACA JUGA : Teknologi 5G Telkomsel Diklaim Bakal Buka Lapangan Kerja

Jokowi turut menyatakan bahwa teknologi revolusi 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, berinteraksi, dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara seperti pemanfaatan konektivitas teknologi 5G di berbagai negara.

“Ketika konektivitas 5G yang melanda dunia, maka interaksi antardunia juga akan semakin mudah dan cepat,” ujarnya

Dia  mengingatkan bahwa kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi.

“Menghadapi semua ini, perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa, diperlukan cara-cara baru yang luar biasa, memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0,” tegasnya.

BACA JUGA : Pengamat Telekomunikasi: Layanan 5G Belum Mendesak

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate pun mengatakan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, masyarakat Indonesia mengenang kembali pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 yang meletakkan dasar-dasar kehidupan bernegara.

“Pada saat itu, yang ulang-ulang ditekankan oleh Bung Karno adalah merdeka, merdeka, dan merdeka dengan lima principal guidelines kehidupan bernegara yang akan didirikan,” ujarnya yang mengikuti Peringatan Hari Lahir Pancasila dari Ruang Media Center Kementerian Kominfo.

Menyikapi sambutan Presiden mengenai konektivitas dan pemanfaatan teknologi 5G, Johnny menjelaskan bahw Kemenkominfo ditugaskan untuk memerdekakan Indonesia dan masyarakat pada era transformasi digital.

“Empat hari yang lalu menggelar pertama kalinya 5G di Indonesia, dan ini disinggung secara langsung oleh Bapak Presiden tadi bahwa kehidupan baru akan segera berubah dengan transformasi, dengan disrupsi, dengan perkembangan teknologi digital, khususnya generasi ke-5 telekomunikasi,” katanya.

Johnny mengajak seluruh masyarakat agar secara bersama-sama bergandengan tangan, memperkuat barisan dengan bekerja serius, sungguh-sungguh dan cerdas, bekerja dengan semangat memerdekakan bangsa Indonesia, serta mengisi dengan nilai-nilai Pancasila atau social justice.

“Untuk itu, saya tentu berharap kita sekalian untuk bahu-membahu, bergotong-royong menyelesaikan tugas kita menggelar infrastruktur TIK di seluruh wilayah Tanah Air melalui penggelaran 4G dan sekaligus memperkenalkan pada masyarakat kita teknologi baru 5G,” tuturnya.

Johnny berharap pada era transformasi digital, era kehidupan baru ruang digital, Kemenkominfo mengambil peran utama dengan memastikan ketersediaan layanan internet cepat bagi masyarakat untuk menuju Indonesia terkoneksi, semakin digital, dan semakin maju.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia