Twitter Diblok di Nigeria Setelah Hapus Unggahan Presiden

Ilustrasi - JIBI/Bisnis.com
06 Juni 2021 12:17 WIB Reni Lestari Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Operator telekomunikasi di Nigeria menutup akses Twitter sejak Sabtu (5/6/2021), beberapa hari setelah raksasa media sosial itu menghapus unggahan Presiden Muhammadu Buhari.

Buhari, yang sempat menjadi diktator militer selama 1980-an, dinilai melanggar aturan Twitter ketika dia mengeluarkan ancaman untuk menindak separatis yang melakukan pemberontakan di tenggara negara itu. Tweet itu telah dihapus dua hari yang lalu.

Ini adalah pergumulan terbaru antara media sosial dan para pemimpin politik, setelah Twitter menangguhkan secara permanen akun Donald Trump setelah penyerbuan US Capitol pada Januari lalu.

“Anggota kami menerima instruksi resmi dari Komisi Komunikasi Nigeria, regulator industri, untuk menangguhkan akses,” kata Gbenga Awonuga, Sekretaris Eksekutif Asosiasi Operator Telekomunikasi Berlisensi Nigeria, dilansir Bloomberg, Minggu (6/6/2021).

Sementara itu dalam pernyataan terbarunya, Pemerintah Nigeria mengatakan larangannya terhadap Twitter beesifat sementara dan merupakan tindak lanjut dari masalah yang lebih luas daripada penghapusan posting Presiden Muhammadu Buhari.

"Ada banyak masalah dengan platform media sosial di Nigeria, di mana informasi yang salah dan berita palsu menyebar melaluinya, memiliki konsekuensi kekerasan dunia nyata," Garba Shehu, juru bicara Buhari, mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Sementara itu, perusahaan telah lolos dari pertanggungjawaban.”

Sementara Shehu tidak mengatakan kapan akses ke Twitter akan dipulihkan, pernyataan merupakam revisi dari pengumuman sebelumnya bahwa penangguhan beesifat tidak terbatas.

“Penangguhan sementara Twitter bukan hanya tanggapan atas penghapusan jabatan Presiden,” kata Shehu.

Aplikasi Twitter populer di kalangan anak muda Nigeria perkotaan, peringkat sebagai platform media sosial keenam yang paling banyak digunakan di negara itu, dan penangguhannya menyebabkan protes. Perusahaan mengatakan prihatin dengan langkah tersebut dan akan bekerja untuk memulihkan akses.

Sumber : JIBI/Bisnis.com