Tri Merger dengan Indosat, Ini Jaminan kepada Pelanggan

Aplikasi Bima yang disediakan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) untuk pelanggannya. - dok. Tri Indonesia
20 Juni 2021 20:17 WIB Leo Dwi Jatmiko Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – PT Hutchison 3 Indonesia menjamin para pengguna paket AlwaysOn tetap dapat merasakan layanan meski perusahaan tersebur merger dengan PT Indosat Tbk. (ISAT).

Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia Danny Buldansyah mengatakan semua produk yang dikeluarkan Tri tidak ada kaitannya dengan merger. Seandainya merger terealisasi, maka para pelanggan tetap dapat merasakan produk yang diberikan seperti saat ini. 

“Paket itu adalah kontrak antara operator dengan pelanggan, tidak ada hubungannya dengan merger. Mereka tetap dapat merasakan produk itu,” kata Danny kepada JIBI, Sabtu (19/6/2021). 

Sekadar informasi, masa negosiasi eksklusif penggabungan perusahaan Tri indonesia dengan Indosat tinggal menyisakan 10 hari lagi. Sempat ditargetkan rampung pada akhir April 2021, kedua pemegang saham meminta perpanjangan waktu untuk menyelesaikan uji tuntas, persyaratan dan ketentuan yang berlaku hingga 30 Juni 2021.

Tri mengeklaim hingga Maret 2021 memiliki sebanyak 39,8 juta pelanggan. Untuk melayani para pelanggan, Tri menggunakan spektrum frekuensi sebesar 2x25MHz yang terdapat di pita 1800MHz dan 2100MHz.

Sementara itu Indosat memiliki 60 juta pelanggan hingga kuartal I/2021 . Indosat  menggunakan spektrum frekuensi sebesar 2x47,5MHz untuk melayani para pelanggan. Indosat telah mengantongi izin komersialisasi untuk 5G, sementara Tri Indonesia belum. 

Mengenai pergelaran 5G, kata Danny, perseroan belum akan menggelar 5G dalam waktu dekat, termasuk ikut uji laik operasi (ULO) 5G. Jumlah frekuensi yang dimiliki masih sangat terbatas, sedangkan untuk menggelar 5G dibutuhkan spektrum frekeunsi yang lebar hingga 100MHz.

Menurutnya, jika Tri memaksakan menggelar 5G, mereka harus mengorbankan kebutuhan pelanggan pengguna jaringan 4G.  Tri masih menunggu pemerintah melakukan lelang spektrum frekuensi untuk menggelar 5G. 

Danny juga belum mengetahui mengenai rencana penggabungan spektrum frekuensi untuk pergelaran 5G, seandainya merger terealiasi. Untuk memutuskan hal tersebut, kata Danny, harus dibahas lebih lanjut dengan para pemilik modal. 

“Kami belum mengetahui, gabungan perusahaan itu akan bicara dahulu bagaimana strateginya,” kata Danny. 

Dia melanjutkan, saat ini proses merger masih dibahas di kalangan pemegang saham. Senada, Senior Vice President Corporate Communication PT Indosat Tbk. Steve Saerang mengatakan hingga saat ini belum ada perkembangan material sehubungan dengan transaksi merger. 

“Apabila ada perkembangan material tentunya akan disampaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Steve.

Sumber : JIBI/Bisnis.com