Begini Cara Mudah Atasi Pencurian Minyak di Lahan Migas

Persiapan pengoperasian drone C4EYE oleh tim Terra - Terra Drone Indonesia
21 Juli 2021 21:07 WIB Mediani Dyah Natalia Tekno Share :

Harianjogja.com. JOGJA—Produksi  dan  transportasi  minyak  mentah  di  Indonesia terganjal beragam masalah. Salah satunya adalah pencurian. 

Pencurian minyak  mentah  ini  biasanya  dilakukan  dengan  modusillegal  tapping atau pencurian minyak dengan modus membocorkan pipa yang aktif dengan mengalirkan minyak hasil produksi  dan  menyambungkan  ke  pipa/selang  yang  telah  disiapkan  pelaku  pencurian. Setelah menampung minyak dalam jumlah tertentu, para pelaku akan membiarkan pipa tersebut tanpa  menambal  lubang  yang  dibuat.  Lubang  tersebut yang membuat minyak mentah terus mengalir sehingga mengakibatkan   kerugian yang besar serta mencemari lingkungan. 

CEO Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana mengatakan sebagai upaya mencegah pencurian minyak, diperlukan patrol 24 jam dan kerja sama dengan apparat keamanan. “Namun  jaringan  pipa  yang  sangat  panjang  dan hanya bisa  diakses di beberapa  bagian  saja  membuat  pelaku pencurian  memanfaatkan area-area yang sulit dijangkau untuk melakukan aksinya. Tidak hanya itu, potensi bahaya acapkali datang dari para pelaku pencurian minyak,” ujarnya dalam rilis yang Harianjogja.com terima belum lama ini. 

Solusi efektif untuk membantu  kegiatan  pengawasan  jaringan  pipa  ini  adalah  dengan memanfaatkan  teknologi  drone, seperti yang dilakukan PT Chevron Pacific Indonesia. Perusahaan tersebut menggunakan teknologi tersebut untuk pengawasan pipa minyak di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Penggunaan drone untuk pengawasan pipa minyak tersebut merupakan yang pertama di Chevron   maupun   di   Indonesia.   

Manager   Security   CPI,   Akson   Brahmantyo mengungkapkan  penggunaan  drone  sukses  membantu  menurunkan  angka  pencurian  minyak dalam setahun terakhir. Drone memiliki kemampuan menjangkau area yang sebelumnya sulit atau bahkan tidak mungkin diakses  dengan  metode  konvensional.  Tentunya  hal  ini  sangat  membantu  perusahaan  untuk mengumpulkan informasi yang lebih akurat mengenai lokasi terjadinya pencurian minyak. “Sehingga  setelah  diketahui  lokasi pencurian  dan ada bukti dari pantauan  drone, perusahaan migas dapat meminta bantuan aparat keamanan untuk menindak,” katanya. 

Drone Indonesia Drone  Bramor  C4EYE  milik  Terra  Drone  Indonesia  sejak  2020  sudah  dimanfaatkan  untuk mengawasi salah  satu  perusahaan  migas  di  Indonesia.  Drone  Bramor  C4EYE dirancang dengan kemampuan untuk transmisi real-time videohingga 40 km. Selain itu, drone dapat terbang hingga tiga jam dengan tinggi terbang di atas 200 meter. Drone ini pun digabungkan dengan  kamera  yang  dapat mentransmisikan  video  jarak  jauh  secara  langsung di pusat  kendali perusahaan. 

Dengan teknologi ini, pekerja  tidak  perlu  berada  di  daerah  tertentu, drone dapat digunakan untuk berpindah tempat dari satu titik ke titik lainnya dalam waktu yang cepat serta drone dapat dioperasikan oleh dua orang dalam waktu yang singkat dan mudah diaplikasikan, termasuk untuk para pekerja di sekitar lokasi lahan minyak. Selain itu, data hasil drone nantinya akan berada di satu platform yang dapat diakses  pekerja  secara  bersamaan,  sehingga  tidak  tidak  ada komunikasi yang terputus.