Demi Bisa Mendarat di Bulan, Miliarder Ini Tawarkan Rp28,8 Triliun ke NASA

Pendiri dan CEO Amazon.com Inc. Jeff Bezos - Bloomberg
27 Juli 2021 09:37 WIB Hadijah Alaydrus Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Miliarder sekaligus pendiri Amazon Jeff Bezos menawarkan NASA setidaknya US$2 miliar untuk lembaga tersebut guna memberi perusahaan antariksanya kontrak sistem pendaratan manusia di bulan yang dimenangkan saingannya SpaceX awal tahun ini. 

Tawaran baru Bezos adalah yang terbaru dari serangkaian upaya yang meningkat untuk memenangkan kontrak bagi Blue Origin.

Dalam surat Senin pagi (26/7/2021) kepada administrator NASA Bill Nelson, Bezos mengatakan dia akan secara permanen mengabaikan pembayaran kontrak NASA hingga US$2 miliar untuk dua tahun pertama jika NASA menambahkan proyek pendaratan Blue Moon milik Blue Origin ke fase kunci dari program Sistem Pendaratan Manusia badan tersebut. 

BACA JUGA : NASA Prediksi Akan Ada Banjir Besar Gara-gara Gravitasi 

Selain itu, Blue Origin akan mendanai sendiri peluncuran uji coba Blue Moon ke orbit rendah Bumi, suatu prestasi yang kemungkinan bernilai ratusan juta lebih. “Saya percaya misi ini penting,” kata Bezos. 

“Saya merasa terhormat untuk menawarkan kontribusi ini dan bersyukur berada dalam posisi keuangan untuk dapat melakukannya.”

Permohonan itu datang seminggu sebelum Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) akan memutuskan protes resmi atas penunjukkan NASA kepada SpaceX yang diajukan Blue Origin musim semi ini. 

"Yang perlu dilakukan NASA adalah memanfaatkan tawaran ini dan mengubah kontrak," kata Bezos, dikutip dari The Verge. Seorang juru bicara NASA mengatakan badan tersebut mengetahui surat Bezos tetapi menolak berkomentar lebih lanjut demi menjaga integritas proses pengadaan yang sedang berlangsung dan keputusan GAO tentang masalah ini.

"Mengubah kontrak untuk memanfaatkan tawaran Bezos tidak sesederhana kedengarannya," kata Lori Garver, mantan wakil administrator NASA yang mengawasi awal Program Kru Komersial NASA. 

Tawaran Bezos adalah sesuatu yang tidak boleh dikesampingkan oleh agensi, tetapi itu juga mungkin tidak berjalan seperti yang diinginkan Blue Origin. “Saya melihat ini sebagai tanda positif secara keseluruhan, tetapi seharusnya tidak berdampak pada penghargaan atau strategi saat ini,” sambungnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia