Ini Aplikasi yang Tak Bisa Diakses Kuota Gratis Kemendikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Rabu (10/3/2021). - Twitter @Kemdikbud_RI
08 Agustus 2021 09:37 WIB Rio Sandy Pradana Tekno Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyalurkan bantuan kuota data internet kepada 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen yang mencapai Rp6,8 triliun pada 2021.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan untuk lanjutan bantuan kuota data internet, besaran bantuan yang dialokasikan bagi peserta didik PAUD adalah 7 GB/ bulan dan untuk peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah 10 GB/ bulan.

Adapun, lanjutnya, untuk pendidik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah 12 GB/ bulan. Bagi mahasiswa dan dosen diberikan bantuan sebesar 15 GB/ bulan.

"Keseluruhan bantuan kuota data internet pada 2021 merupakan kuota umum yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi kecuali yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan yang tercantum pada situs resmi bantuan kuota data internet Kemendikbudristek," kata Nadiem dalam laman resmi Kemendikbud yang dikutip, Sabtu (7/8/2021).

Adapun, sejumlah aplikasi yang diblokir terbagi menjadi tiga jenis, yakni media sosial, gim, dan aplikasi video. Aplikasi media sosial yang diblokir antara lain Badoo, Bigolive, Facebook, Instagram, Periscope, Pinterest, Snackvideo, Snapchat, Tinder, Tumblr, Twitter, Vive, Vkontakte, dan YY.

Sementara, aplikasi gim yang diblokir adalah 8 Ball Pool, Candy Crush, Clash of Clans, Clash of Kings, Clash Royale, Crisis Action, FIFA Mobile Football, Garena, Garena AOV, Garena Free Fire Growtopia, Lineage Revolution, Lords Mobile : Battle of the Empires, Mobile Legends, PUBG, Roblox, dan Steam.

Aplikasi video yang diblokir yakni Dailymotion, JWPlayer, Likee, Netflix, QQVideo, Tiktok, TVUNetworks, dan Viu.

Nadiem menjelaskan bantuan kuota data internet akan disalurkan pada 11 sampai 15 September, 11 sampai 15 Oktober, dan 11 sampai 15 November 2021, dan berlaku selama 30 hari sejak diterima.

Sumber : JIBI/Bisnis.com