Teknologi Kecerdasan Buatan Asal Jogja Siap Dipakai di Sektor Industri

Pemanfaatan kecerdasan buatan di sektor industri. - Ist.
16 September 2021 10:57 WIB Media Digital Tekno Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan kecerdasan buatan Widya Robotic menghasilkan sejumlah karya yang siap dipakai untuk berbagai sektor industri baik di dalam maupun luar negeri.

CEO Widya Robotics Alwy Herfian Satriatama menjelaskan mulai 2019 Widya Robotics fokus pada pengembangan Artificial Intelligence, Automations dan Robotics, Vision Intelligent (VI), AI Engine and Training Service untuk efisiensi industri dan perusahaan. Pengembangan AI ini dapat menganalisa data visual dengan memanfaatkan CCTV maupun kamera lain sebagai media pengumpulan data.

“Vision Intellingent ini bisa digunakan untuk pengenalan wajah, presensi, penghitungan jumlah kendaraan dan manusia, integrator kontrol akses, dan lainnya. Misalnya di sebuah lahan atau tempat parkir. Alat ini dapat mendeteksi lahan yang sudah terisi oleh kendaraan dan yang masih kosong. Selanjutnya bisa menghitung jumlah kendaraan di tempat parkir,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (16/9/2021). 

BACA JUGA : Keren! Siswa SMAN 1 Jogja Ciptakan Pendeteksi Kanker

Saat ini jumlah kepadatan manusia atau pengunjung di suatu tempat fasilitas umum sangat dibatasi. Solusi dari VI juga dapat mendeteksi jumlah orang dalam keramaian dan bergerak sehingga proses penghitungan dapat dilakukan secara cepat, akurat, efektif serta efisien.

Pada industri kecantikan, Vision Intelligence juga memberikan sebuah solusi terbaru. Dengan teknologi ini, pegiat kecantikan dapat mengidentifikasi masalah di wajah seperti jerawat, kerutan, serta masalah lainnya.

Sedangkan di industri perkebunan atau pertanian, Vision Intelligence mampu untuk mendeteksi penyakit dan hama pada tanaman. Petani dan industri pertanian akan lebih cepat dalam perawatan tanaman. Kesuksesan pertanian akan meningkat serta memangkas waktu dan biaya.

“AI dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas dan produktivitas berbagai jenis Industri. Implementasi AI saat ini di Indonesia sudah sampai ke tahap akselerasi. Banyak industri berlomba menggunakan AI. Namun AI termasuk hal baru di Indonesia, sehingga kendala kami adalah pada proses edukasi. Harus dijelaskan ke calon klien AI di berbagai sektor,” katanya.

BACA JUGA : Penggunaan Kecerdasan Buatan di Pemerintahan Tak Perlu 

Guna mendukung upaya penurunan penyebaran virus Covid-19 di lingkungan perkantoran atau sekolah, VI dapat digunakan untuk presensi karyawan atau siswa dengan mendeteksi wajah seseorang melalui biometric database. Di industri pertambangan, konstruksi dan manufaktur ada Vision Intelligence berupa On Site Monitoring. On Site Monitoring dapat mendeteksi kelengkapan alat pengaman diri seperti helm, kacamata safety, rompi, dan body harness, sarung tangan, hingga sepatu safety.

“Tidak hanya itu, On Site Monitoring juga bisa mendeteksi hal yang belum pernah di training oleh AI sebelumnya sesuai kebutuhan karena dasar dari komputasi dari teknologi AI adalah image processing sehingga jika ada penambahan objek atau alat pengaman tambahan juga dapat dideteksi,” ujar Business Secretary Widya Robotics K. Hanna Hanifah. 

Hingga tahun 2023, Widya Robotics memiliki target dapat dikenal luas dan produknya diimplementasikan di berbagai sector Industri di Indonesia. Selain itu, Widya Robotics akan merambah sektor Ekspor untuk region Asia Tenggara. “Kami ingin Indonesia dapat dikenal sebagai negara yang memiliki berbagai produk inovatif dengan kualitas terbaik, salah satunya adalah produk kami mendukung visi tersebut” jelasnya.